Ia menilai ada harapan agar anak-anak mulai memandang Pasukan Bela Diri sebagai salah satu pilihan karier di masa depan.
Pandangan serupa disampaikan mantan pejabat Markas Kerja Sama Regional Pasukan Bela Diri.
Menurutnya, penting bagi anak-anak untuk mengetahui bahwa profesi petugas bela diri setara dengan polisi, pemadam kebakaran, atau atlet, dan menjadi bagian dari edukasi melalui ceramah kebencanaan serta kegiatan di pangkalan militer.
Pandangan Pakar
Namun, langkah ini menuai perhatian kritis dari kalangan akademisi. Keiko Nakamura, dosen madya di Pusat Penghapusan Senjata Nuklir Nagasaki University, menilai eksposur buku putih kepada anak-anak dan generasi muda memang efektif untuk meningkatkan kesadaran.
Meski demikian, ia mengingatkan adanya risiko lanjutan.
“Ketertarikan terhadap Pasukan Bela Diri dapat melemahkan resistensi publik terhadap peningkatan anggaran pertahanan dan memperkuat anggapan bahwa kekuatan militer adalah kebutuhan utama,” ujarnya.
Diskusi pertahanan di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan