Ia menegaskan bahwa tujuan utama Barat, menurut pandangan Teheran, adalah mencegah Iran berdiri sebagai kekuatan mandiri yang memiliki pengaruh strategis di Timur Tengah.
Iran Tegaskan Tak Akan Mundur
Meski mendapat tekanan dari segala arah, namun pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur meski menghadapi tekanan intensif dari Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Barat lainnya.
Pezeshkian memandang tekanan Barat sebagai ancaman langsung terhadap kelangsungan dan kedaulatan negara. Oleh karena itu, setiap bentuk serangan lanjutan baik militer maupun nonmiliter akan direspons dengan langkah yang lebih tegas.
Pezeshkian juga menekankan bahwa kesiapan Iran tidak hanya terbatas pada pertahanan militer, tetapi mencakup seluruh aspek nasional, termasuk politik, ekonomi, dan keamanan regional.
Ia menyebut sikap tegas tersebut sebagai langkah untuk menjaga posisi Iran agar tetap berdiri sebagai kekuatan independen di Timur Tengah.
Sikap ini dimaksudkan sebagai peringatan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika tekanan terus meningkat.
Hal tersebut mempertegas bahwa hubungan Iran dengan Barat masih berada dalam fase penuh ketegangan, setelah terjadinya perang udara selama 12 hari pada Juni 2025 lalu.
Dimana dalam konflik tersebut, serangan Israel dan AS terhadap sejumlah target di Iran dilaporkan menewaskan hampir 1.100 warga Iran, termasuk komandan militer senior dan ilmuwan nuklir, hingga memicu eskalasi langsung antara Teheran dan Tel Aviv.
(Tribunnews.com / Namira)
Baca tanpa iklan