News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Minta Ukraina Mundur dari Donbas jika Ingin Perang Segera Berakhir

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Nanda Lusiana Saputri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PUTIN - Foto diunduh dari Kantor Presiden Rusia, Selasa (23/9/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan ke Pabrik Motovilikha pada 19 September 2025. -- Kremlin sebut pasukan Ukraina harus mundur dari Donbas jika ingin perang segera berakhir, namun menolak membahas wilayah lain yang didudukinya.

TRIBUNNEWS.COM - Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Ukraina harus menarik sepenuhnya pasukan bersenjatanya dari Donbas, Ukraina timur, untuk segera mengakhiri perang.

Ia menyebut wilayah itu "Donbas Rusia" yang juga merujuk pada wilayah Donetsk dan Lugansk, yang dianeksasi pada September 2022.

Sebelumnya, Dmitry Peskov diminta untuk mengomentari perkembangan terbaru dalam proses perdamaian antara Rusia dan Ukraina, termasuk panggilan telepon Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pertemuannya dengan Presiden Ukraina Zelensky pada hari Minggu.

Asisten kebijakan luar negeri Kremlin, Yury Ushakov, mengatakan selama percakapan telepon tersebut, Putin mengatakan gencatan senjata sementara yang diusulkan oleh Ukraina dan para pendukungnya di Eropa hanya akan memperpanjang perang dan memicu konflik baru. 

Yury Ushakov mengatakan, pengakhiran permanen pertempuran membutuhkan keputusan politik yang berani dan bertanggung jawab dari Kyiv mengenai Donbass.

Ketika diminta mengklarifikasi pernyataan itu dalam konferensi pers, Dmitry Peskov menegaskan kembali pendirian Kremlin.

“Tentu saja, rezim (Kyiv) harus menarik pasukan bersenjatanya dari Donbas di luar batas administratif,” ujarnya, Senin (29/12/2025).

Ketika ditanya apakah tuntutan tersebut juga berlaku untuk Kherson dan Zaporizhzhia, dua wilayah bekas Ukraina lainnya yang juga dianeksasi Rusia pada tahun 2022, Peskov menolak berkomentar.

"Moskow tidak akan mengungkapkan secara publik ketentuan spesifik apa pun dari potensi penyelesaian tersebut," katanya, dikutip dari Russia Today.

Info Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang antara Rusia dan Ukraina telah berlangsung selama 1.406 hari pada hari Selasa (30/12/2025).

Perang ini bermula dari invasi militer besar-besaran Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Baca juga: Trump Sangat Marah usai Ukraina Diduga Coba Serang Kediaman Putin: Saya Tidak Menyukainya

Konflik kedua negara berakar dari ketegangan setelah runtuhnya Uni Soviet, di mana Rusia dan Ukraina merupakan negara pecahan Soviet.

Setelah lepas dari kekuatan Soviet, Ukraina mendekatkan hubungan dengan negara-negara Barat, serta mengungkapkan minatnya bergabung dengan aliansi militer NATO dan Uni Eropa, keinginan yang dianggap sebagai ancaman bagi Rusia.

Ketegangan meningkat setelah Revolusi Maidan pada 2014, yang menyebabkan jatuhnya presiden Ukraina yang dianggap dekat dengan Rusia.

Pada tahun yang sama, Rusia mencaplok wilayah Krimea, sementara konflik bersenjata pecah antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia di wilayah Donbas.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini