News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Optimisme Ekonomi Asia Menguat, Harapan Besar pada Semikonduktor dan Indonesia Berhati-hati

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

EKONOMI ASIA - Sebuah pabrik Semi Konduktor di Asia. Sentimen ekonomi Asia memasuki awal 2026 menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Survei terbaru yang dilakukan NNA terhadap ekspatriat dan perwakilan perusahaan Jepang di Asia mencatat optimisme ekonomi meningkat menjadi 28,5 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan survei setahun sebelumnya

Di Asia Tenggara, Vietnam mencatat tingkat optimisme tinggi, dengan 62,5 persen responden memprediksi ekonomi membaik. 

Perpindahan basis produksi dari negara lain ke Vietnam dinilai masih berlanjut.

Sementara itu, Thailand dinilai relatif stabil. Meski menghadapi penguatan baht, ketegangan dengan Kamboja, serta pemilu parlemen pada Februari 2026, mayoritas responden menilai ekonomi Thailand tidak akan mengalami perubahan signifikan dalam waktu dekat.

Pesimisme Terbesar di China

Berbanding terbalik, China menjadi negara dengan tingkat pesimisme tertinggi. 

Sebanyak 33,1 persen responden memprediksi ekonomi memburuk, jauh melampaui yang optimistis (11,3 persen). 

Ketegangan berkepanjangan dengan Amerika Serikat dan memburuknya hubungan dengan Jepang disebut memperberat iklim usaha bagi perusahaan Jepang.

“Di sekitar kami sudah ada perusahaan yang mulai menarik diri atau mengecilkan skala bisnisnya,” ungkap salah satu responden dari sektor manufaktur.

Sektor Konstruksi dan Semikonduktor Paling Optimistis

Dilihat dari sektor usaha, konstruksi dan properti menjadi yang paling optimistis (41,3 persen), disusul elektronik dan semikonduktor (37,7 persen). 

Sebaliknya, sektor otomotif menunjukkan kecenderungan pelemahan, dengan 40 persen responden menilai kondisi memburuk pada paruh kedua 2025.

Gambaran Umum Survei

Survei NNA ini dilakukan secara daring pada 8–17 Desember 2025, melibatkan 589 responden dari 15 negara dan wilayah di Asia Pasifik. 

Responden berasal dari sektor manufaktur (44,5 persen) dan non-manufaktur (50,4 persen), dengan jumlah terbesar dari China, Indonesia, dan Thailand.

Hasil survei menunjukkan bahwa meski ketidakpastian global masih membayangi, Asia memulai 2026 dengan optimisme yang perlahan menguat, terutama berkat sektor semikonduktor dan pertumbuhan kuat di India.

Diskusi  perekonomian di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini