Saat ini, saudara laki-lakinya, Jorge Rodriguez, memegang posisi strategis sebagai kepala Majelis Nasional, menegaskan pengaruh keluarga Rodriguez di pusat kekuasaan Venezuela.
Dalam beberapa tahun terakhir, Delcy Rodriguez dikenal sebagai figur sentral dalam pengelolaan ekonomi negara.
Ia merangkap jabatan sebagai Wakil Presiden, Menteri Keuangan, dan Menteri Perminyakan.
Di tengah hiperinflasi dan sanksi internasional yang menekan ekonomi Venezuela, Rodriguez mendorong kebijakan yang lebih pragmatis, termasuk membuka dialog dengan sektor swasta dan menjaga jalur komunikasi dengan industri minyak global.
3. 10 Pemimpin Dunia yang Digulingkan AS Sepanjang Sejarah: Saddam Hussein hingga Muammar Gaddafi
Sejarah politik mencatat bahwa Amerika Serikat kerap terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam pergantian rezim di berbagai negara dengan dalih keamanan nasional, demokrasi, hingga stabilitas regional.
Venezuela, yang presidennya Nicolás Maduro ditangkap pada Sabtu (3/1/2026), bukanlah “target” pertama Amerika Serikat.
Sebelumnya, AS tercatat pernah berperan dalam kejatuhan sejumlah pemimpin dunia yang dianggap mengancam kepentingannya.
Berikut deretan pemimpin dunia yang digulingkan AS sepanjang sejarah, seperti dilansir Newsweek.
- Mohammad Mossaddegh — Iran (1953)
Pada 19 Agustus 1953, badan intelijen Amerika Serikat, CIA, bersama Inggris, mengatur kudeta untuk menggulingkan Perdana Menteri Iran Mohammad Mossadegh dari kekuasaan.
Kudeta tersebut bertujuan memperkuat kekuasaan Raja (Shah) Mohammad Reza Pahlavi.
AS dan Inggris melabeli Mossadegh sebagai seorang diktator, padahal ia dipilih secara demokratis oleh rakyat Iran.
Mossadegh baru saja menasionalisasi industri minyak yang sebelumnya dioperasikan oleh perusahaan-perusahaan Inggris.
Nasionalisasi industri minyak berarti pemerintah mengambil alih kepemilikan dan pengelolaan sektor minyak dari pihak swasta atau asing, lalu menjadikannya milik negara.
Kudeta tersebut, yang memulihkan pemerintahan otoriter Reza Pahlavi, secara luas dipandang sebagai upaya melindungi kepentingan industri minyak Inggris di kawasan tersebut.
- Jacobo Arbenz — Guatemala (1954)
Baca tanpa iklan