News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

5 Populer Internasional: Cara CIA Mata-matai Maduro - Sosok Delcy Rodriguez

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BERITA POPULER INTERNASIONAL - Kolase foto: Presiden Venezuela Nicolas Maduro di atas kapal USS Iwo Jima seperti yang diunggah oleh Presiden Donald Trump di Truth Social pada Sabtu (3/1/2026); Delcy Rodriguez yang ditunjuk sebagai presiden sementara Venezuela; Patung Saddam Hussein roboh di Lapangan Firdos, Baghdad, pada 9 April 2003; Pidato Donald Trump pada 5 Juni 2025, mengumumkan larangan dan pembatasan perjalanan terhadap sejumlah negara. Inilah kompilasi berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.

Pada Juni 1954, Presiden Guatemala yang terpilih secara demokratis, Jacobo Arbenz, digulingkan dalam operasi yang didukung CIA.

Arbenz disingkirkan karena kebijakan-kebijakannya yang condong ke kiri, yang memicu kekhawatiran pejabat AS di tengah ketegangan Perang Dingin.

Kudeta tersebut menempatkan diktator militer Carlos Castillo Armas sebagai penguasa baru dan memicu kekerasan politik selama beberapa dekade di negara tersebut.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Reaksi Rakyat Venezuela setelah Presiden Maduro Ditangkap AS, Hening dan Cemas Menyelimuti

Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya Cilia Flores ditangkap pasukan Amerika Serikat di Kota Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026) dini hari.

Maduro dan Cilia ditangkap di kediaman mereka sekira pukul 02.00 dini hari waktu setempat oleh pasukan Delta Force Angkatan Darat AS. 

Keheningan dan kecemasan menyelimuti ibu kota Venezuela pada Minggu.

Dilansir Fortune, rasa waswas bercampur dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Warga lambat kembali ke rutinitas di Caracas setelah Maduro digulingkan dan ditangkap dalam operasi militer AS yang dramatis itu. 

Puluhan toko, restoran, dan gereja tetap tutup.

Orang-orang yang berada di jalan tampak terpukul, menatap ponsel mereka atau memandang ke kejauhan.

“Orang-orang masih terguncang,” kata David Leal (77), seorang juru parkir.

Ia menunjuk ke jalan yang sepi, beberapa blok dari istana kepresidenan Venezuela, yang dijaga oleh warga sipil bersenjata dan personel militer.

Gereja Tutup

Warga Venezuela tidak bisa melihat penangkapan Maduro melalui media yang dikendalikan negara karena tidak ditayangkan.

Mereka melihat gambar-gambar itu di media sosial, dan banyak yang tak percaya dengan apa yang mereka lihat.

“Semoga Tuhan memberi kami kekuatan atas apa yang sedang kami alami. Saya sedih. Dia juga manusia,” kata Nely Gutiérrez, seorang pensiunan, sambil menahan air mata.

“Dia diborgol, dan jika sudah berada di tangan imperium, tak ada yang bisa menyelamatkannya dari sana, hanya Tuhan—bahkan Tuhan pun tidak. Dia akan mati di sana.”

Gutiérrez berjalan ke gereja, tetapi mendapati gereja itu tutup.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Setelah Tangkap Presiden Venezuela, Donald Trump Kembali Tegaskan Niat Caplok Greenland

Sehari setelah militer AS menggulingkan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, Presiden Donald Trump tampaknya mengarahkan pandangannya ke target intervensi Amerika berikutnya: Greenland.

Sejak menjabat pada 2025, Trump berulang kali mengemukakan gagasan untuk membeli pulau Arktik yang tertutup es tersebut dari Denmark.

Ia juga tidak mengesampingkan kemungkinan merebut wilayah kaya sumber daya itu melalui kekuatan militer.

Mengutip USA Today, Trump berpendapat bahwa aneksasi Greenland merupakan kebutuhan keamanan nasional, dengan menekankan melimpahnya mineral penting serta lokasi strategis pulau tersebut.

Trump kemudian memperbarui seruan itu pada Minggu (4/1/2026), saat pemerintahannya merayakan “kemenangan” atas penggulingan diktator sosialis Venezuela dan berjanji akan mengelola negara Amerika Selatan tersebut hingga transisi demokrasi dapat terwujud.

“Kita memang membutuhkan Greenland, tentu saja. Kita membutuhkannya untuk pertahanan,” kata Trump kepada The Atlantic dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada 4 Januari.

Pada hari yang sama, Katie Miller, istri wakil kepala staf Gedung Putih Stephen Miller, memposting foto Greenland yang ditutupi bendera Amerika Serikat.

Di atas foto tersebut, Miller menuliskan kata “SEGERA”.

Duta Besar Denmark untuk Amerika Serikat, Jesper Moeller Soerensen, menanggapi dengan mengatakan:

“Kami mengharapkan penghormatan penuh terhadap integritas teritorial Kerajaan Denmark.”

Sementara itu, Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, telah berulang kali mengecam minat Trump untuk menjajah Greenland.

“AS tidak akan mengambil alih Greenland,” katanya dengan tegas pada Desember lalu.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini