TRIBUNNEWS.COM - Rangkuman berita populer internasional menyoroti sejumlah isu penting, di antaranya surat terbuka Presiden Iran yang ditujukan kepada komunitas global khususnya Amerika, serta 10 inti pidato Donald Trump soal perang iran.
Berikut berita selengkapnya.
1. Presiden Iran Tulis Surat Terbuka kepada Warga Amerika: Kami Tidak Menyimpan Permusuhan terhadap AS
Presiden Iran mengatakan negaranya tidak memiliki permusuhan terhadap rakyat Amerika.
Dilansir The Guardian, dalam suratnya kepada rakyat Amerika, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menjabarkan keluhan historis yang telah lama menjadi dasar ketidakpercayaan Iran terhadap AS.
Titik baliknya adalah kudeta tahun 1953, yang ia sebut sebagai intervensi ilegal Amerika untuk mencegah nasionalisasi sumber daya Iran.
"Hubungan sebelum itu pada awalnya tidak bermusuhan, dan interaksi awal antara rakyat Iran dan Amerika tidak diwarnai permusuhan atau ketegangan," tulisnya.
Ia mengatakan ketidakpercayaan semakin dalam akibat dukungan AS terhadap Shah, dukungan terhadap Saddam Hussein, sanksi tidak manusiawi yang meluas, serta yang terbaru, dua kali agresi militer tanpa provokasi di tengah negosiasi terhadap Iran.
Kelanjutan agresi militer dan pemboman baru-baru ini sangat memengaruhi kehidupan, sikap, dan perspektif masyarakat.
Pezeshkian kemudian menekankan adanya perbedaan antara pemerintah AS dan rakyat Amerika Serikat.
Menurutnya, warga Amerika, Eropa, dan negara lain tidak dipandang sebagai musuh, meskipun permusuhan telah berlangsung selama beberapa dekade.
"Rakyat Iran tidak menyimpan permusuhan terhadap negara lain, termasuk rakyat Amerika, Eropa, atau negara-negara tetangga."
"Serangan terhadap infrastruktur Iran yang menargetkan rakyat kami memiliki konsekuensi di luar perbatasan negara."
"Apa yang kami lakukan sebagai tanggapan didasarkan pada hak yang sah untuk membela diri, bukan tindakan agresi."
"Bahkan di tengah intervensi dan tekanan asing yang berulang sepanjang sejarah mereka yang membanggakan, rakyat Iran secara konsisten membuat perbedaan yang jelas antara pemerintah dan rakyat yang mereka pimpin."
"Ini adalah prinsip yang berakar kuat dalam budaya dan kesadaran kolektif Iran, bukan sekadar sikap politik sementara."
Baca tanpa iklan