News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Thailand Vs Kamboja

Kembali Diserang Kamboja 10 Hari setelah Berdamai, Thailand: Kami Siap Balas

Penulis: Bobby W
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ANUTIN KECAM KAMBOJA - Anutin Charnvirakul saat melihat ke Bandara Suvarnabhumi di Bangkok pada 9 Januari 2023, Penyerangan yang kembali Kamboja setelah kedua pihak sepakat damai pada 27 Desember 2025 lalu ini membuat Pemerintah Thailand geram.Anutin minta pertanggunjawaban Kamboja sebagai pelaku penyerangan

TRIBUNNEWS.COM - Eskalasi perang antara Kamboja dan Thailand kembali meningkat pada Selasa ini (6/1/2025) setelah terjadinya serangan senjata mortir di kawasan Chong Bok pada pukul 07.25 waktu setempat.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, laporan serangan Kamboja tersebut dibagikan oleh akun media sosial Komando Daerah Militer (Kodam) II Thailand pada Selasa pagi ini.

Adapun lokasi serangan mortir Kamboja itu ditujukan di kawasan pos militer Thailand di Chong Bok, tepatnya di depan Bukit 469.

Mortir adalah senjata artileri ringan yang dirancang untuk menembakkan proyektil dengan sudut elevasi yang tinggi dengan lintasan melengkung/parabola.

Sederhananya, mortir adalah "meriam saku" yang proyektilnya dilemparkan ke atas untuk jatuh tepat di atas kepala musuh atau di balik rintangan.

Serangan yang dilakukan Kamboja sepuluh hari pasca kesepakatan gencatan senjata tersebut mengakibatkan satu personel militer Thailand terluka.

Sosok prajurit yang terluka akibat serangan tersebut yakni Sersan Mayor Satu (Sersan Kepala) Prachya Pilachai.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Kut Chiang Mun sebelum dirujuk untuk melanjutkan perawatan ekstensif di Rumah Sakit Nam.

Penyerangan yang kembali Kamboja setelah kedua pihak sepakat damai pada 27 Desember 2025 lalu ini pun membuat Pemerintah Thailand geram.

Hal ini diutarakan langsung oleh Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul.

Anutin menegaskan bahwa Kamboja harus segera memberikan penjelasan terkait pelanggaran gencatan senjata di perbatasan yang berlokasi Ubon Ratchathani pada Selasa pagi hari ini.

Dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung Pemerintah Pusat Thailand, Anutin menyampaikan bahwa pemerintah Thailand terus menerima informasi terbaru mengenai situasi di perbatasan. 

Baca juga: Langgar Gencatan Senjata, Serangan Mortir Kamboja Hantam Pos Militer Thailand di Chong Bok

Ia menambahkan bahwa instansi terkait tengah bertindak sesuai dengan tahapan yang telah digariskan dalam pernyataan bersama yang ditandatangani oleh kedua negara bulan lalu.

Anutin menyatakan bahwa otoritas militer dan lembaga keamanan Thailand telah melayangkan protes kepada Kamboja guna meminta penjelasan atas insiden tersebut.

Penjelasan ini nantinya akan menentukan langkah respons yang akan diambil oleh Thailand.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini