Selain itu, Kementerian Luar Negeri Thailand telah mengirimkan surat kepada Kementerian Luar Negeri Kamboja untuk meminta klarifikasi dan penjelasan diplomatik resmi terkait pelanggaran gencatan senjata tersebut.
Sejauh ini, belum ada perintah mengenai aturan pelibatan kekuatan (rules of engagement) bagi pasukan Thailand.
Namun, Anutin memastikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan dan segala bentuk tindakan balasan akan diputuskan sesuai dengan perkembangan situasi.
"Ini baru pernyataan awal, nantinya akan ada prosedur yang menunjukkan bahwa Thailand bertindak dalam kerangka kesepakatan yang ada," ujar Anutin.
Anutin pun membuka opsi untuk kembali melakukan operasi militer di perbatasan Kamboja.
"Jika diperlukan, Thailand akan balas merespons. Rincian langkah akan difinalisasi guna memastikan hasil yang konkret, dan militer tengah beroperasi sebagaimana mestinya." lanjutnya.
Anutin menambahkan, menurut laporan angkatan darat, pihak Kamboja sementara ini mengklaim insiden tersebut merupakan ketidaksengajaan.
Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah Thailand masih akan melihat bagaimana bentuk tanggung jawab Kamboja atas "ketidaksengajaan" tersebut.
Serangan Kamboja Sudah Diendus Thailand
Terjadinya serangan dari Kamboja pada selasa pagi ini sendiri sebenarnya sudah diprediksi oleh sejumlah pihak di Thailand sehari sebelumnya pada Senin (5/1/2026).
Anutin Charnvirakul bahkan mengaku dirinya juga telah mendapatkan laporan terkait kegiatan mencurigakan militer Kamboja di kawasan perbatasan yang kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Hal ini diungkapkan Anutin ketika wartawan menanyakan tentang laporan Angkatan Darat Wilayah II yang menyebut pasukan Kamboja kembali melakukan pergerakan mencurigakan di sepanjang perbatasan Thailand pada Senin pagi hari.
Dikutip dari Thairah, Anutin menjelaskan bahwa laporan tersebut telah diteruskan kepada atasan seluruh pihak terkait, dan atasan tersebut kemungkinan akan melaporkan kembali kepada National Security Council (NSC).
Baca juga: 5 Poin Kesepakatan Damai Thailand-Kamboja yang Ditengahi China, Pernyataan Provokatif Paling Disorot
Terkait pembaruan kabar intensitas militer Kamboja di perbatasan yang kembali naik, Anutin meminta awak media untuk menunggu informasi resmi dari NSC.
NSC atau dalam bahasa Thailand disebut Sapa Khwam Mankhong Haeng Chat (Samachao) adalah badan tertinggi yang bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri untuk urusan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri yang sensitif.
Awak media kala itu juga sempat menanyakan apakah pergerakan militer Kamboja ini akan memicu bentrokan ketiga kalinya.
Baca tanpa iklan