News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Amerika Versus Venezuela

Respos Keras China dan Rusia soal AS Sidangkan Nicolas Maduro dan Serang Venezuela

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENANGKAPAN MADURO - Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh operasi militer Amerika Serikat yang bergerak dari sejumlah pangkalan militer AS, Sabtu, 3 Januari 2025. China dan Rusia mengecam penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh AS dan proses sidang di New York.

“Tidak ada negara yang boleh menempatkan hukum domestiknya di atas hukum internasional. China menyerukan AS untuk segera membebaskan Presiden Maduro dan istrinya serta menjamin keselamatan mereka,” tambah Mao Ning.

Baca juga: Nicolas Maduro Sudah Prediksi Serangan Amerika dalam Wawancara 2019: AS Bersedia Perang demi Minyak

Rusia Nyatakan Solidaritas ke Venezuela

Pemerintah Rusia menegaskan solidaritas penuh terhadap Venezuela usai serangan militer Amerika Serikat (AS) yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, Moskow menyebut tindakan Washington sebagai ancaman neo-kolonial dan agresi bersenjata eksternal.

“Rusia berdiri bersama Venezuela menghadapi ancaman neo-kolonial dan agresi bersenjata eksternal,” demikian pernyataan yang dirilis pada Selasa (6/1/2026).

 Rusia menilai langkah Caracas menunjuk Delcy Rodriguez sebagai presiden interim sebagai upaya menjaga persatuan dan mencegah krisis konstitusional.

Rodriguez, yang sebelumnya menjabat wakil presiden sejak 2018, dilantik oleh Mahkamah Agung Venezuela pada Senin (5/1/2026).

Dalam pidatonya, ia menegaskan Venezuela tidak akan kembali menjadi koloni kekuatan asing, namun tetap membuka peluang kerja sama dengan AS jika hubungan berlangsung secara seimbang dan saling menghormati.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengancam Rodriguez akan menghadapi “harga lebih besar” dibanding Maduro jika tidak mengikuti kehendak Washington.

Ancaman tersebut memicu kecaman keras dari Rusia. Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyebut tindakan AS sebagai “bandit internasional” yang bertujuan menguasai sumber daya alam Venezuela.

Moskow sebelumnya juga menyerukan pembebasan segera Maduro dari tahanan AS. China dan sejumlah negara BRICS serta Global South turut mengecam serangan militer AS yang dianggap melanggar hukum internasional dan kedaulatan Venezuela.

Untuk diketahui, Maduro dan Cillia Flores, istrinya, ditangkap dalam operasi militer AS di Caracas pada Sabtu (3/1/2026). Keduanya kemudian dibawa ke New York dan menjalani sidang perdana di pengadilan federal atas tuduhan konspirasi perdagangan narkoba. Dalam persidangan, keduanya menyatakan tidak bersalah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini