TRIBUNNEWS.COM - Kepala Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman (PLC) resmi mengeluarkan Aidarous al-Zubaidi dari keanggotaan badan tersebut atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi.
Aidarous al-Zubaidi yang juga menjabat Kepala Dewan Transisi Selatan Yaman (STC), dituduh mengkhianati koalisi Arab setelah meluncurkan serangan untuk mengambil alih wilayah Hadhramaut dan Al-Mahra dari para pejuang selatan.
“Dewan Kepemimpinan Presiden mengeluarkan keputusan hari ini, Rabu, untuk mencabut keanggotaan Aidarous al-Zubaidi di Dewan Kepemimpinan Presiden karena melakukan pengkhianatan tingkat tinggi dan untuk menyerahkannya kepada Jaksa Agung,” ungkap dekrit yang ditandatangani ketua dewan, Rashad al-Alimi, Rabu (7/1/2026).
Al-Zubaidi melarikan diri dan bersembunyi di lokasi yang belum diketahui hingga saat ini.
"Al-Zubaidi menghilang ke suatu tempat yang belum kita ketahui saat ini," kata Thabet Al-Ahmadi, penasihat kantor kepresidenan Yaman, mengatakan kepada Al Jazeera.
Pemerintah Yaman menuduhnya berkhianat atas serangan dari STC.
Aidarous Al-Zubaidi adalah pemimpin kelompok separatis STC di Yaman, yang mendapat dukungan Uni Emirat Arab (UEA).
STC sebelumnya bagian dari Dewan Kepemimpinan Presiden (PLC) koalisi yang didukung negara Teluk untuk melawan pemberontak Houthi.
Namun STC baru-baru ini mengambil tindakan militer sendiri dan menguasai beberapa wilayah selatan, yang memperburuk ketegangan politik.
Al-Zubaidi didakwa atas pengkhianatan tingkat tinggi oleh PLC dan kasusnya dirujuk ke jaksa agung.
Baca juga: Koalisi Pimpinan Saudi Serang Yaman, Klaim Pemimpin STC al-Zubaidi Kabur
Al-Zubaidi Mangkir dari Panggilan Koalisi Arab
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki Al Malki mengatakan Al Zubaidi telah diminta untuk melakukan perjalanan ke Arab Saudi dalam waktu 48 jam untuk membahas alasan di balik eskalasi dan serangan oleh pasukan yang berafiliasi dengan STC.
Namun, Al Zubaidi gagal menaiki penerbangan yang membawa sejumlah besar pemimpin STC pada hari Selasa dan malah melarikan diri ke lokasi yang tidak diketahui.
Jenderal tersebut menuduhnya mendistribusikan senjata dan amunisi kepada para pejuang dan memobilisasi pasukan di dekat Aden
“Pada pukul 4 pagi, pasukan koalisi melakukan serangan pendahuluan terbatas untuk mengganggu pasukan ini dan menggagalkan upaya Al Zubaidi untuk meningkatkan konflik dan memperluasnya ke Al Dhale di dekat Aden," kata Mayor Jenderal Turki Al Malki, Rabu.
Ia memperingatkan akan adanya eskalasi lebih lanjut, mendesak warga sipil untuk menjauhi kamp-kamp militer di Aden dan Al Dhale, menghindari berkumpulnya kendaraan militer, dan melaporkan pergerakan mencurigakan kepada pihak berwenang keamanan.
Baca tanpa iklan