Penyedia jaringan NasNet menjelaskan gangguan tersebut terjadi akibat dua faktor utama.
Pertama, gangguan GPS dan praktik spoofing, yang meski sebagian masih dapat diatasi melalui sistem penentuan posisi internal Starlink, tetap berdampak pada stabilitas koneksi.
Kedua, gangguan frekuensi radio yang lebih agresif, terutama pada jalur uplink, yang dinilai lebih rentan dibandingkan downlink.
Sebagai respons, NasNet mengklaim telah bekerja sama langsung dengan SpaceX untuk menangkal upaya jamming tersebut.
Sedikitnya tiga pembaruan perangkat lunak dilaporkan telah dirilis, dua di antaranya pada 8 Januari dan satu pembaruan lanjutan setelahnya.
Meski demikian, layanan Starlink belum sepenuhnya lumpuh. Namun, kualitas koneksi di sejumlah wilayah, termasuk Teheran, masih berfluktuasi seiring berlanjutnya upaya gangguan sinyal, sehingga akses internet bagi warga belum sepenuhnya stabil.
Starlink Gratis Aktif di Berbagai Wilayah Krisis
Langkah SpaceX membuka akses Starlink secara gratis di Iran bukanlah hal yang baru dalam penggunaan internet satelit untuk kebutuhan darurat.
Dalam beberapa tahun terakhir, layanan milik Elon Musk tersebut berulang kali diaktifkan tanpa biaya di berbagai wilayah dunia yang mengalami krisis, baik akibat bencana alam maupun runtuhnya infrastruktur komunikasi.
Di Amerika Serikat, Starlink kerap digratiskan di daerah terdampak angin topan, kebakaran hutan, hingga badai besar, ketika jaringan telekomunikasi konvensional lumpuh total.
Kebijakan ini ditujukan untuk memastikan komunikasi darurat tetap tersedia bagi warga terdampak, petugas penyelamat, dan otoritas setempat di tengah situasi krisis.
Praktik serupa juga pernah dilakukan di Amerika Latin. SpaceX dilaporkan memberikan akses Starlink gratis selama satu bulan kepada pengguna di Venezuela, menyusul situasi keamanan yang memburuk dan gangguan serius terhadap layanan komunikasi nasional.
Langkah tersebut dipandang sebagai upaya menjaga keterhubungan warga dengan dunia luar di tengah tekanan politik dan keamanan.
Di Indonesia, kebijakan serupa kembali diterapkan menjelang akhir Desember 2025.
Starlink digratiskan untuk membantu korban banjir dan longsor besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Akses internet satelit digunakan untuk mendukung koordinasi penanganan darurat, distribusi bantuan, serta komunikasi warga di wilayah yang terisolasi akibat rusaknya jaringan darat.
Baca tanpa iklan