TRIBUNNEWS.COM - Layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk menawarkan akses gratis di Iran, di tengah pemadaman komunikasi nasional yang diberlakukan pemerintah sejak pecahnya demonstrasi anti pemerintah dalam sepekan terakhir.
Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Mehdi Yahya Nejad, seorang aktivis kebebasan internet yang berbasis di Amerika Serikat.
Kepada kantor berita Associated Press, Yahya Nejad menyatakan bahwa layanan Starlink di Iran saat ini dapat digunakan tanpa biaya berlangganan.
“Kami dapat memastikan bahwa langganan gratis untuk terminal Starlink berfungsi sepenuhnya. Kami telah mengujinya menggunakan terminal Starlink yang baru diaktifkan di Iran,” ujar Yahyanejad, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
Menurut para aktivis, biaya berlangganan Starlink dihapuskan mulai Selasa (13/1/2026), usai Pemerintah Iran memutus akses internet dan membatasi layanan telepon sejak 8 Januari lalu, menyusul meluasnya aksi demonstrasi anti pemerintah.
Meski beberapa layanan telepon internasional sempat dipulihkan, akses internet domestik tetap dibatasi secara ketat.
Dalam kondisi tersebut, Starlink yang secara resmi dilarang beroperasi di Iran menjadi salah satu saluran utama bagi warga untuk tetap terhubung dengan dunia luar.
Melalui jaringan satelit ini, warga Iran dapat membagikan informasi, foto, dan video terkait situasi di lapangan kepada media dan komunitas internasional.
Peran Vital Starlink dalam Mengungkap Situasi Iran
Keberadaan Starlink dinilai menjadi “jendela kecil” bagi dunia internasional untuk mengetahui kondisi nyata di Iran selama pemadaman internet.
Baca juga: Rusia Kecam Campur Tangan dan Ancaman AS ke Iran, Ingatkan soal Konsekuensi Buruk
Hal ini disampaikan oleh Mahsa Alimardani, spesialis teknologi dari organisasi hak asasi manusia Witness.
Menurut Alimardani, saat ini diperkirakan terdapat sekitar 50.000 penerima Starlink yang aktif di Iran.
Ia menilai, jika akses tersebut dapat diperluas, dampaknya akan sangat signifikan, baik sebagai sarana penyebaran informasi maupun sebagai faktor pencegah pelanggaran hak asasi manusia.
“Ketika dunia bisa melihat apa yang terjadi, rezim akan berpikir dua kali untuk bertindak secara ekstrem,” ujarnya.
Starlink Sempat Gangguan
Sayangnya, tak lama setelah bantuan akses internet diluncurkan, layanan Starlink di Iran dilaporkan mengalami gangguan.
Baca tanpa iklan