News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Top Rank

7 Negara yang Punya Pangkalan Udara Luar Negeri Terbanyak di Dunia Tahun 2026

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PANGKALAN UDARA AS - Foto yang diunggah di laman resmi Ramstein Air Base, memperlihatkan para penerbang dan tentara AS berjalan membawa beban berat selama Pawai Alternatif Kontingen Denmark di Pangkalan Udara Ramstein, Jerman, 1 Februari 2025. Amerika Serikat memiliki jaringan pangkalan udara luar negeri terbanyak dan paling luas secara global, mencapai lebih dari 45 lokasi permanen.

Setelah runtuhnya rezim Bashar al-Assad pada akhir 2024, belum jelas sejauh mana Rusia masih dapat menggunakan Pangkalan Udara Khmeimim di Suriah.

Selain itu, Rusia mempertahankan sejumlah pangkalan udara di wilayah Ukraina yang diakui secara internasional, termasuk Krimea.

Keberadaan Rusia di Afrika juga masih samar.

Operasi sebelumnya dijalankan oleh kelompok tentara bayaran Wagner, yang kini digantikan oleh Korps Afrika.

Operasi kelompok ini mencakup Mali, Burkina Faso, Niger, Libya, dan sejumlah negara di kawasan Sahel, dengan pengoperasian beberapa pesawat militer.

Pangkalan udara utama Rusia di Kepulauan Kuril adalah Bandara Burevestnik.

Rusia menganggap kepulauan tersebut sebagai wilayah kedaulatannya, sementara Jepang menilainya sebagai wilayah pendudukan.

5, 6, 7. Negara Lainnya: China, Turki, Singapura

Pangkalan udara internasional China relatif terbatas.

China memiliki beberapa fasilitas di Djibouti, sementara landasan pacu di Kepulauan Spratly dan Paracel berada di wilayah sengketa di Laut China Selatan.

China juga memiliki akses ke pangkalan udara di negara-negara seperti Pakistan.

Turki memiliki kehadiran angkatan udara yang signifikan di Pangkalan Udara Gecitkale di Siprus Utara, yang dianggap Turki sebagai negara merdeka, meskipun secara internasional diakui sebagai bagian dari Siprus.

Singapura juga memiliki pangkalan udara internasional, meski didirikan dengan motif berbeda.

Karena keterbatasan wilayah, Angkatan Udara Singapura menempatkan dan melatih pesawatnya di lokasi seperti Guam, Australia, dan Thailand.

Mengapa AS Memiliki Begitu Banyak Pangkalan Udara?

Mengutip Slash Gear, perbedaan dalam jumlah pangkalan udara luar negeri AS dibandingkan negara lain berakar pada satu faktor utama.

Amerika Serikat menyesuaikan strategi militernya dengan ambisi globalnya, sementara negara lain umumnya memanfaatkan pangkalan udara untuk memperkuat dominasi regional.

China, misalnya, berfokus memperkuat kehadiran militernya di Laut China Selatan dan Samudra Hindia, wilayah yang secara geografis dekat dengan negaranya.

Dari perspektif AS, pangkalan udara luar negeri memungkinkan pengerahan kekuatan tanpa harus bergantung pada serangan jarak jauh dari daratan utama.

Pangkalan-pangkalan ini juga berfungsi sebagai pencegah terhadap ancaman terhadap sekutu dan kepentingan AS.

Di Eropa, pangkalan AS mendukung operasi NATO dan menjadi pencegah bagi Rusia.

Di Timur Tengah, pangkalan tersebut membantu AS mempertahankan pengaruh regional.

Sementara di kawasan Indo-Pasifik, pangkalan udara AS memungkinkan pengawasan ketat terhadap China, terutama terkait Taiwan, sekutu dekat AS yang menjadi sumber ketegangan.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini