News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Setelah Seminggu, Kebakaran Hutan di Yamanashi Jepang Mulai Mereda

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemadaman api di hutan Yamanashi masih berlangsung hingga pagi ini (16/1/2026) lewat bantuan helikopter satuan beladiri Jepang (SDF)

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –  Kebakaran hutan yang melanda wilayah timur Prefektur Yamanashi mulai menunjukkan tanda-tanda mereda di Kota Uenohara. Pemerintah setempat mencabut perintah evakuasi yang sebelumnya diberlakukan bagi warga, setelah penyebaran api di wilayah tersebut berhasil dihentikan sementara.

Seorang reporter yang berada di Kota Otsuki melaporkan kondisi terbaru dari lokasi sekitar empat kilometer di sebelah barat titik kebakaran.

“Saya berada di Kota Otsuki dan memotret dari sekitar empat kilometer sebelah barat lokasi kemarin. Api masih terlihat menyebar di lokasi kejadian, dan asap putih tampak membubung dari seluruh lereng gunung,” ujarnya.

Di kawasan Gunung Ogiyama, Kota Uenohara, upaya pemadaman terus dilakukan sejak pukul 07.00 pagi. Helikopter dikerahkan untuk menyiramkan air dari udara, sementara tim pemadam berusaha memadamkan api dari darat.

Hingga saat ini, luas area yang terbakar telah mencapai lebih dari 230 hektare. 

Baca juga: Akses Ilegal Komputer, Perawat asal Indonesia Ditangkap Polisi Jepang

Meski demikian, penyebaran api di wilayah Kota Uenohara berhasil dihentikan, sehingga pemerintah kota mencabut perintah evakuasi yang sebelumnya diberlakukan bagi 145 warga dari 77 rumah tangga.

Namun, situasi berbeda terjadi di Kota Otsuki. Api masih terus meluas di wilayah tersebut. 

Menurut pihak pemadam kebakaran, hingga kini belum ada kepastian kapan kebakaran dapat sepenuhnya dipadamkan.

Petugas terus bekerja tanpa henti, memanfaatkan segala sumber daya yang ada untuk mencegah api meluas ke kawasan permukiman. 

Warga di sekitar area terdampak diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan otoritas setempat.
Rantai Negatif antara Kebakaran dan Perubahan Iklim”

Profesor Keiji Kushida dari Fakultas Ilmu Sumber Daya Hayati Universitas Nihon menunjukkan bahwa perubahan iklim telah meningkatkan risiko meluasnya kebakaran hutan.

“Perubahan iklim menyebabkan meningkatnya kekeringan dan angin kencang, sehingga risiko kebakaran berskala besar menjadi semakin tinggi. Kini kita hidup di zaman di mana api kecil akibat kelalaian pun dapat dengan cepat menyebar jika kondisi tertentu terpenuhi,” ungkap Kushida.

Mengapa kekeringan dan angin kencang memperbesar skala kebakaran?

Ketika kondisi kering, kadar air pada daun-daun gugur dan semak di hutan menurun, membuatnya sangat mudah terbakar. Jika pada saat yang sama bertiup angin kencang, api terdorong oleh arus naik udara, melaju cepat menanjak di lereng gunung, sementara bara api dapat terbang hingga ratusan meter. Kebakaran pun berubah dari satu titik kecil menjadi satu bidang luas, lalu menyebar ke bidang-bidang lain dalam sekejap.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini