News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Salat Id di Jepang Disorot, Pengelola Himeji Castle Buka Suara

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SALAT ID DISOROT - Poster ajakan Salat Eid dan Foto Bersama Konjen Indonesia di Osaka di lokasi salat Eid di area Taman Sannomaru Himeji Castle pada 31 Maret 2025 lalu.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, JEPANG - Polemik terkait pelaksanaan salat Idul Fitri di kawasan bersejarah Himeji Castle kembali mencuat. 

Imam Masjid Muslim Kobe, Yusuf Fujitani, menyampaikan kritik keras melalui akun X pagi ini (21/1/2026) miliknya, terhadap penyelenggaraan salat Eid yang digelar di area Taman  Sannomaru Himeji Castle pada 31 Maret 2025 lalu.

Dalam unggahannya, Yusuf Fujitani mempertanyakan apakah kegiatan tersebut benar-benar telah memperoleh izin resmi dari Balai Kota Himeji.

“Kemarin, ketika saya menghubungi Balai Kota Himeji, saya menerima jawaban bahwa ‘mereka tidak mengajukan atau tidak memperoleh izin penggunaan.’ Sebagai pihak yang berada dalam posisi konsulat, mengapa tidak memastikan bahwa prosedur administratif telah dilaksanakan dengan benar?” tulisnya menyasarkan pihak Konjen Indonesia di Osaka.

Ia menegaskan, persoalan ini berpotensi merusak kepercayaan terhadap Konsulat Indonesia.

“Saya ingin dengan tegas menyampaikan bahwa hal ini merupakan masalah yang dapat merusak dan menghilangkan kepercayaan terhadap Konsulat Indonesia,” ujar Imam Yusuf Fujitani, seorang Muslim Jepang lulusan Universitas Madinah.

Baca juga: Kembali ke Tanah Kelahiran, Muhammad Suryo Bangun Ulang Masjid yang Menyimpan Memori Masa Kecil

Pengelola Himeji Castle: Kami Mengira Hanya Hanami

Pejabat pengelola Himeji Castle bernama Tsushi, yang dihubungi Tribunnews.com Rabu (21/1/2026), mengungkapkan bahwa kegiatan salat Eid di Sannomaru Himeji Castle tersebut (2025) tidak pernah memperoleh izin sebagai acara ibadah.

“Panitia mengontak kami katanya mau hanami, jadi kami izinkan. Tidak tahunya untuk salat. Banyak orang kaget sekali,” ujar Tsushi.

Ia menambahkan, pimpinan pengelola Himeji Castle yang hadir saat itu juga terkejut.

“Pimpinan kami kaget. Ternyata ada acara salat di sana ramai sekali, padahal tidak ada izin untuk salat tersebut. Kami tak pernah mengeluarkan izin untuk itu. Kunjungan ke sana untuk ber Hanami,” tegasnya.

Tidak Mungkin Tanpa Izin

Namun, keterangan berbeda datang dari seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi sumber terpercaya Tribunnews.com. 

Ia meyakini kegiatan acara sebesar itu mustahil dilakukan tanpa izin.

“Tidak mungkin tidak ada izin. Mana berani membuat kumpulan ramai-ramai tanpa izin. Bahkan saya dengar panitia juga menanyakan boleh tidak pakai plastik biru agar rumput tidak rusak, dan diizinkan memakai alas plastik biru saat itu,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sebagai Undangan yaitu Konsul Jenderal Republik Indonesia di Osaka,  John Tjahjanto Boestami (53),  bersama istri, serta seorang pejabat pengelola Himeji Castle.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini