TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa keputusan Amerika Serikat untuk menarik diri dari keanggotaan WHO berpotensi membahayakan keselamatan kesehatan global.
Pernyataan tegas ini disampaikan WHO dalam sebuah bantahan, sebagai respons atas tuduhan dan alasan yang dikemukakan pemerintahan AS.
Dalam pernyataannya, WHO secara langsung membantah klaim Washington yang menuduh badan kesehatan PBB itu telah menjelekkan, menodai reputasi, menghina pemerintah AS, serta mengompromikan independensinya.
Sebaliknya, WHO menekankan bahwa komunikasi yang dilakukan selalu berlangsung melalui jalur diplomatik dan teknis dengan bahasa netral, profesional, serta sesuai dengan mandat organisasi internasional.
“WHO selalu berupaya untuk berinteraksi dengan Amerika Serikat dengan itikad baik, dengan menghormati kedaulatannya sepenuhnya,” tulis WHO dalam laman resminya.
WHO juga menepis tuduhan pemerintahan AS yang menyebut organisasi tersebut telah “mengejar agenda birokrasi yang dipolitisasi” dan dipengaruhi oleh negara-negara yang dianggap memusuhi kepentingan Amerika.
Menurut WHO, tuduhan tersebut tidak benar dan menyesatkan. WHO menegaskan bahwa sejak awal berdiri, organisasinya bersikap netral, independen, dan melayani seluruh negara anggota tanpa pilih kasih.
“WHO selalu dan tetap netral serta ada untuk melayani semua negara, dengan menghormati kedaulatan mereka, tanpa rasa takut atau kepentingan politik,” tegas badan tersebut.
WHO Bela Kinerja Penanganan Pandemi COVID-19
Saat menanggapi tuduhan kelalaian pihaknya dalam menangani pandemi COVID-19, WHO mengklaim justru bertindak cepat, terbuka, dan mengandalkan bukti ilmiah terbaik yang tersedia pada setiap tahap krisis.
WHO menyatakan bahwa seluruh informasi yang dimiliki dibagikan secara transparan kepada negara-negara anggota dan masyarakat internasional melalui berbagai saluran resmi.
Baca juga: Kebijakan Trump Makan Korban: Kenaikan Biaya Visa H-1B Bikin Teknologi AS Terancam Krisis Talenta
Organisasi itu juga menekankan bahwa perannya selama pandemi adalah memberikan rekomendasi berbasis sains, bukan mengeluarkan perintah yang bersifat mengikat.
WHO mengakui menganjurkan penggunaan masker, vaksinasi, serta penerapan jaga jarak fisik sebagai langkah pencegahan, namun menegaskan tidak pernah merekomendasikan kewajiban penggunaan masker, kewajiban vaksinasi, maupun penerapan penguncian wilayah.
Keputusan tentang kebijakan tersebut sepenuhnya berada di tangan masing-masing pemerintah nasional.
"Sepanjang pandemi, WHO bertindak cepat, membagikan seluruh informasi yang dimilikinya secara cepat dan transparan kepada dunia, serta memberikan rekomendasi kepada Negara Anggota berdasarkan bukti terbaik yang tersedia,” ucap WHO.
“WHO merekomendasikan penggunaan masker, vaksin, dan pembatasan jarak fisik, namun tidak pernah merekomendasikan kewajiban masker, kewajiban vaksin, maupun kebijakan lockdown. WHO mendukung pemerintah berdaulat untuk mengambil keputusan yang mereka anggap terbaik bagi rakyatnya, dan keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan masing-masing pemerintah," tambah WHO.
Baca tanpa iklan