News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Isyarat Perang Terbuka: Siapkan Operasi Serangan Terarah, Bidik Elite Tinggi Iran

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan serangkaian opsi baru terhadap Iran, termasuk serangan terarah yang menyasar petinggi keamanan dan lembaga utama Teheran.

Mengutip CNN International, langkah ini disebut bertujuan menciptakan kondisi yang mendorong perubahan kepemimpinan di Teheran, menyusul penindakan keras pemerintah Iran terhadap gelombang protes nasional yang menewaskan ribuan orang dalam beberapa pekan terakhir.

Sejumlah sumber Amerika Serikat yang mengetahui diskusi internal tersebut mengatakan bahwa Trump ingin memanfaatkan tekanan militer untuk memberi sinyal kuat kepada para demonstran Iran bahwa rezim tidak kebal terhadap serangan.

Opsi yang dibahas mencakup penargetan komandan keamanan dan institusi yang dinilai Washington bertanggung jawab atas kekerasan terhadap warga sipil, dengan harapan meningkatkan kepercayaan diri massa untuk merebut kendali gedung-gedung pemerintahan dan aparat keamanan.

Selain serangan terbatas, para ajudan Trump juga membahas kemungkinan operasi militer yang jauh lebih luas, yang ditujukan untuk memberikan dampak jangka panjang.

Target potensial yang dimaksud yakni mencakup program rudal balistik Iran yang mampu menjangkau sekutu AS di Timur Tengah, serta fasilitas pengayaan nuklir yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara Teheran dan Barat.

Belum Ada Keputusan Final

Sejauh ini sumber-sumber AS menegaskan bahwa Trump belum mengambil keputusan akhir, termasuk apakah akan benar-benar melancarkan serangan.

Baca juga: 7 Skenario Jika Amerika Serang Iran, Teheran Bisa Runtuh atau Membalas

Namun, pengerahan kapal induk AS beserta armada pendukungnya ke Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir telah memperluas pilihan militer yang tersedia bagi Gedung Putih, setelah Trump berulang kali mengancam intervensi langsung terhadap Iran.

Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa ancaman intervensi yang berulang kali disampaikan Trump bukan sekadar retorika politik. 

Kehadiran armada tempur di kawasan membuat Gedung Putih tidak perlu lagi menunggu proses pengerahan tambahan apabila keputusan untuk bertindak akhirnya diambil. 

Dengan demikian, opsi militer kini berada dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.

Sekutu Ragukan Kekuatan Trump

Meski opsi militer terus digodok, empat pejabat Arab, tiga diplomat Barat, serta seorang sumber senior Barat mengatakan mereka cemas bahwa serangan AS tidak akan membangkitkan perlawanan rakyat.

Melainkan justru melemahkan gerakan protes yang sudah terguncang akibat penindasan paling berdarah sejak Revolusi Islam 1979.

Alex Vatanka, Direktur Program Iran di Middle East Institute, menilai protes di Iran tetap menunjukkan keberanian luar biasa, namun menghadapi keterbatasan besar.

Menurutnya, tanpa pembelotan militer dalam skala luas, gerakan tersebut tetap “heroik tetapi kalah persenjataan.”

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini