Metsola mengatakan jutaan warga Iran berharap Eropa bertindak tegas dan tidak membiarkan pelaku kekerasan lolos dari tanggung jawab.
Sanksi Baru Uni Eropa Disiapkan
Para menteri luar negeri Uni Eropa dijadwalkan membahas sanksi baru terhadap Iran di Brussels.
Sanksi tersebut mencakup larangan perjalanan dan pembekuan aset terhadap pejabat yang terlibat dalam penindasan demonstrasi.
Prancis menyatakan telah mencabut keberatannya terhadap rencana penetapan IRGC sebagai organisasi teroris.
Langkah itu membuka jalan bagi keputusan bersama negara-negara anggota Uni Eropa.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan sanksi baru akan segera diberlakukan.
Ia menegaskan bahwa jalur diplomasi tetap terbuka meskipun tekanan terhadap Iran meningkat.
Harga Minyak Naik Akibat Ketegangan AS–Iran
Ketegangan geopolitik berdampak langsung pada pasar energi global.
Harga minyak dunia naik untuk hari ketiga berturut-turut.
Minyak mentah Brent naik 1,5 persen menjadi 69,39 dolar AS per barel.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,7 persen menjadi 64,27 dolar AS per barel.
Baca juga: Trump Isyarat Perang Terbuka: Siapkan Operasi Serangan Terarah, Bidik Elite Tinggi Iran
Kenaikan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan jika konflik AS–Iran meningkat.
Situasi Masih Dinamis
Hingga kini, Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi atas surat Iran ke Dewan Keamanan PBB.
Ketegangan antara kedua negara terus dipantau dunia internasional.
Analis menilai eskalasi lebih lanjut berpotensi memicu instabilitas kawasan Timur Tengah dan mengguncang pasar energi global.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan