News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Bagaimana Mungkin Pilot Pesawat Pengebom B-2 Tidur saat Terbang 30 Jam Nonstop?

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger


TRIBUNNEWS.COM – Pesawat pembom strategis jarak jauh B-2 Spirit buatan Northrop Grumman merupakan salah satu pesawat militer tercanggih di dunia.

Tujuan B-2 adalah menyusup ke wilayah udara musuh, menjatuhkan bom, dan kembali ke pangkalan, yang jaraknya bisa sangat jauh dari target.

Seluruh armada B-2 dioperasikan oleh Sayap Pembom ke-509 Angkatan Udara AS dan Sayap Pembom ke-131 Garda Nasional Udara Missouri dari Pangkalan Angkatan Udara Whiteman, Missouri.

Pesawat B-2 memiliki jangkauan nyaris tak terbatas berkat kemampuan pengisian bahan bakar di udara.

Artinya, pesawat ini dapat meninggalkan pangkalan angkatan udara, terbang ke wilayah jauh seperti Iran, mengebom target, lalu kembali, semuanya dalam satu misi.

Meski secara teknologi luar biasa, pencapaian manusia juga tak kalah menakjubkan karena B-2 membutuhkan dua pilot untuk dioperasikan.

Keduanya harus tetap berada di dalam pesawat sepanjang misi, yang sering kali berlangsung lebih dari 20 hingga 30 jam penerbangan nonstop.

Lalu, bagaimana awak pesawat pengebom B-2 bisa tidur, makan dan melakukan hal lainnya?

MISI PENGEBOMAN - Pesawat pengebom (bomber) B-2 militer Amerika Serikat (AS). Tujuh pesawat ini dilibatkan saat AS memutuskan membantu Israel dalam perangnya melawan Iran dengan mengebom tiga fasilitas nuklir Teheran pada Sabtu (21/6/2025) malam atau Minggu (22/6/2025) dini hari. (khaberni/tangkap layar)

Mengutip SlashGear, para pilot tidak bisa tidur dengan cara yang sama seperti di darat.

Mereka perlu merencanakan waktu tidur secara bergantian.

Baca juga: Inilah B-21 Raider, Pesawat Bomber Siluman Nuklir AS Penerus Era Pesawat Pengebom B-2

Penyesuaian ini memungkinkan mereka mendapatkan cukup istirahat untuk menyelesaikan misi berjam-jam tanpa mengganggu kemampuan operasional B-2.

Sebagian orang mungkin melihat keterbatasan pilihan tidur ini sebagai kekurangan desain pada pesawat militer termahal di dunia itu.

Namun pada akhirnya, disiplin dan pelatihan para pilotlah yang memungkinkan semua ini, dan persiapan menjadi kunci keberhasilan awak B-2.

Pesawat B-2 bukanlah pesawat kecil karena mampu membawa muatan lebih dari 40.000 pon (sekitar 18,1 ton).

Sayangnya bagi awak pesawat, hal itu berarti sebagian besar kapasitas internal digunakan untuk penyimpanan bom, sehingga membatasi ruang di dalam kabin.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini