News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pejabat Keamanan Tertinggi Haiti Diculik, Geng Bersenjata Diduga Terlibat

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

GENG HAITI CULIK PEJABAT - Tangkap layar YouTube VERTEX, Selasa (16/6/2026). Foto ini menunjukkan James Boyard, Direktur Kabinet Kementerian Pertahanan Haiti sekaligus Inspektur Jenderal Kepolisian Nasional Haiti, dilaporkan diculik oleh kelompok pria bersenjata di Port-au-Prince.


TRIBUNNEWS.COM - Direktur Kabinet Kementerian Pertahanan Haiti sekaligus Inspektur Jenderal Kepolisian Nasional Haiti, James Boyard dilaporkan diculik oleh kelompok pria bersenjata di Port-au-Prince.

Port-au-Prince adalah ibu kota sekaligus kota terbesar dari negara Haiti, sebuah negara yang terletak di kawasan Kepulauan Karibia, Amerika Utara.

Dilansir CNN, Boyard menjadi salah satu pejabat berpangkat tertinggi yang menjadi korban penculikan di Haiti dalam beberapa tahun terakhir.

Seorang sumber yang mengetahui kasus tersebut membenarkan penculikan itu kepada Associated Press (AP) pada Sabtu (14/6/2026), meski identitas pelaku dan motif penculikan masih belum diketahui.

lihat foto GENG HAITI CULIK PEJABAT. Tangkap layar YouTube VERTEX, Selasa (16/6/2026). Foto ini menunjukkan James Boyard, Direktur Kabinet Kementerian Pertahanan Haiti sekaligus Inspektur Jenderal Kepolisian Nasional Haiti, dilaporkan diculik oleh kelompok pria bersenjata di Port-au-Prince.

Media lokal Haiti melaporkan Boyard diculik pada Kamis (12/6/2026) di kawasan Bourdon, salah satu wilayah di ibu kota yang selama ini dianggap relatif aman.

Kawasan Bourdon ini dikenal sebagai salah satu area penting di Port-au-Prince yang menampung beberapa kantor kedutaan besar, lembaga internasional, dan kawasan pemukiman.

Baca juga: Trump Klaim Pemimpin Geng Tren de Aragua Tewas dalam Serangan AS di Venezuela

Insiden itu terjadi ketika sekitar 70 persen wilayah Port-au-Prince disebut berada di bawah kendali koalisi geng bersenjata Viv Ansanm.

Viv Ansanm merupakan kelompok yang telah ditetapkan Amerika Serikat sebagai organisasi teroris asing sejak Mei 2025.

Boyard dikenal sebagai pakar keamanan dan ilmuwan politik yang selama beberapa tahun terakhir terlibat dalam upaya membangun kembali angkatan bersenjata Haiti serta mendorong reformasi di tubuh Kepolisian Nasional Haiti.

Hingga kini belum ada informasi mengenai tuntutan tebusan maupun kelompok yang bertanggung jawab atas penculikan tersebut.

Analis International Crisis Group, Diego Da Rin, menilai operasi penculikan terhadap pejabat setingkat Boyard kemungkinan dilakukan secara terencana.

"Seseorang dengan pangkat seperti ini jelas memiliki pengamanan yang sangat ketat," kata Da Rin, dikutip dari AP.

Menurutnya, penculikan tersebut kemungkinan melibatkan perencanaan rinci dan tidak menutup kemungkinan adanya bantuan dari pihak yang mengetahui pola pengamanan korban.

Baca juga: AS Umumkan Kematian Bos Tren de Aragua El Niño Guerrero, Gembong Narkoba Venezuela

Da Rin juga mengingatkan bahwa penculikan kini semakin sering terjadi di wilayah-wilayah yang sebelumnya dianggap aman.

"Kelompok geng terkadang menggunakan seragam polisi dan menghentikan kendaraan dalam operasi palsu," ujarnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini