News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Tak Percaya Sepenuhnya dengan AS, Menlu Iran Sebut Teheran Siap Diplomasi dan Perang

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Iran sepenuhnya berkomitmen dalam menyelesaikan diplomatik dengan Amerika Serikat (AS).

Namun di sisi lain, Iran juga tengah bersiap untuk menghadapi kemungkinan konflik yang bakal terjadi kembali.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi saat diwawancarai Rick Sanchez dari Russia Today, Selasa (10/2/2026).

Menurut Araghchi, tidak ada solusi selain diplomatik, dan mengatakan bahwa teknologi serta kemajuan tidak dapat dihancurkan melalui pemboman dan ancaman militer.

"Kami masih belum sepenuhnya percaya pada Amerika," kata Araghchi kepada Russia Today.

"Kami sedang dalam proses negosiasi Juni lalu ketika mereka memutuskan untuk menyerang kami. Itu adalah pengalaman yang sangat buruk bagi kami," tegasnya.

Ia menekankan bahwa program pengayaan uranium Iran sepenuhnya bersifat damai.

Araghchi mengatakan tingkat pengayaan bergantung pada kebutuhan sipil.

Tercatat bahwa reaktor pembangkit listrik membutuhkan pengayaan di bawah 5 persen.

Sementara Reaktor Penelitian Teheran – yang dibangun oleh AS sebelum revolusi 1979 – menggunakan bahan bakar yang diperkaya 20 persen untuk menghasilkan isotop medis untuk pengobatan kanker.

"Angka-angka itu tidak penting… Yang penting adalah sifat damai dari pengayaan uranium," ucap Araghchi.

Baca juga: Iran Bergerak ke Oman, Sinyal Kuat Cari Dukungan Jelang Negosiasi Panas dengan AS

Dirinya menambahkan bahwa Iran siap memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan mengejar senjata nuklir.

Araghchi juga menyebut jaminan tersebut “dapat dilakukan dan dicapai” jika ada niat baik dari kedua belah pihak.

Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri menolak negosiasi tentang program rudal balistik Iran atau aliansi regionalnya, dengan mengatakan bahwa isu-isu tersebut tidak terkait dengan masalah nuklir.

"Kami hanya bernegosiasi tentang program nuklir kami dengan AS," katanya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini