News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Draf Perdamaian AS Bocor, Hamas Dapat Pelonggaran Diizinkan Simpan Senjata Ringan

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Draf rencana perdamaian Gaza yang tengah disusun oleh Amerika Serikat bocor ke publik, mengungkap bahwa kelompok militan Hamas akan tetap diizinkan menyimpan sejumlah senjata ringan.

Dokumen ini menjadi sorotan karena menunjukkan strategi AS yang berupaya menyeimbangkan pelucutan senjata Hamas dengan kebutuhan stabilitas keamanan di wilayah Gaza.

Menurut laporan The Times of Israel, draf tersebut dibuat oleh tim yang melibatkan utusan AS Steve Witkoff, menantu Presiden AS Jared Kushner, serta Nickolay Mladenov, utusan Dewan Perdamaian Gaza.

Rencananya dokumen itu akan dibagikan kepada Hamas dalam beberapa minggu mendatang sebagai bagian dari negosiasi yang bertujuan mengurangi eskalasi konflik dan membuka jalan bagi rekonstruksi di Gaza.

Adapun dalam usulan proposal tersebut, kelompok militan Hamas kemungkinan diizinkan untuk menyimpan sejumlah senjata ringan tertentu dalam fase awal.

Sementara senjata berat dan sistem yang dapat menyerang Israel harus diserahkan atau dinonaktifkan terlebih dahulu.

Sejauh ini detail lengkap tentang jenis senjata yang dimaksud atau bagaimana mekanisme penyerahan akan dijalankan belum dirinci sepenuhnya dalam dokumen tersebut.

Bahkan masih banyak aspek yang belum jelas dalam draf itu, termasuk ke mana senjata yang diserahkan akan diambil atau disimpan, siapa yang akan menjadi penanggung jawab proses pelucutan, dan bagaimana pengawasan internasional akan dilakukan.

Kendati demikian ketentuan ini mencerminkan upaya AS untuk menciptakan kerangka keamanan jangka panjang di Gaza di mana demiliterisasi tidak langsung terjadi secara total, tetapi melalui fase‑fase terukur.

Para analis internasional menilai kebijakan AS ini sebagai upaya kompromi, membuka ruang bagi pelucutan senjata Hamas secara bertahap, tetapi tetap mengizinkan kelompok tersebut mempertahankan kemampuan pertahanan minimum agar tidak menimbulkan kekosongan keamanan yang bisa memicu kekerasan baru.

Hamas Tolak Lucuti Senjata

Merespon rencana pelucutan senjata yang diusulkan AS, Hamas dengan tegas menolak pelucutan senjata penuh.

Baca juga: Soal Rencana Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, TNI Akan Kirim Satuan yang Berpengalaman di UNIFIL

Hamas menjelaskan bahwa mereka menganggap senjata bukan sekadar alat ofensif, tetapi instrumen pertahanan utama bagi wilayah Gaza yang berada di bawah blokade dan pendudukan yang berlangsung lama.

Jika mereka menyerahkan seluruh persenjataan tanpa adanya jaminan keamanan misalnya perlindungan dari serangan Israel atau pengakuan politik atas posisi mereka maka wilayah Gaza akan menjadi rentan terhadap serangan militer yang bisa menimbulkan korban sipil dan kerusakan besar.

“Mengkriminalisasi perlawanan, senjatanya, dan mereka yang melakukannya adalah sesuatu yang tidak boleh kami terima,” kata Khaled Meshal, salah satu pemimpin senior Hamas.

Selain itu, Hamas menekankan bahwa kemampuan militer mereka adalah hak sah untuk mempertahankan diri sesuai dengan hukum internasional yang mengakui hak rakyat teritorial untuk mempertahankan diri dalam situasi kependudukan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini