News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gara-gara Kesaksian Obama, Trump Perintahkan Rilis Dokumen Alien dan UFO

Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Borland mengklaim laporannya diabaikan oleh Kantor Resolusi Anomali Semua Domain (AARO) Pentagon.

Ia bahkan mengaku mengalami pembalasan, manipulasi izin keamanan, hingga masuk daftar hitam pekerjaan intelijen federal. 

“Saya sekarang menganggur dan tidak memiliki prospek pekerjaan,” ujarnya.

Ketua gugus tugas UAP dari Partai Republik, Anna Paulina Luna, menuding Departemen Pertahanan dan komunitas intelijen kurang transparan serta menolak memberikan akses ke video dan dokumen terkait insiden UAP.

Sementara itu, anggota DPR dari Missouri, Eric Burlison, mempresentasikan video yang diklaim menunjukkan drone MQ-9 Reaper menghantam objek berbentuk bola di lepas pantai Yaman pada Oktober 2024.

Objek tersebut disebut tetap terbang meski terkena rudal Hellfire.

Baca juga: Benarkah Komet 3I/ATLAS Pesawat Alien? Ini Penjelasan NASA

Laporan Intelijen Minim Jawaban

Isu UAP sebenarnya telah menjadi perhatian sejak 2021, ketika komunitas intelijen AS merilis laporan tak terklasifikasi mengenai penampakan objek terbang tak dikenal oleh pilot militer selama beberapa dekade.

DRONE TEMBAK UFO - Tangkapan layar detik-detik drone MQ-9 Reaper milik militer AS menembak sebuah UFO atau UAP di lepas pantai Yaman pada 30 Oktober 2024. Video tersebut membuat para anggota DPR di Capitol Hill kaget saat sidang Kongres pada Selasa (9/9/2025). (YouTube New York Post)

Laporan itu tidak menyimpulkan bahwa alien menjadi penyebabnya, tetapi menegaskan perlunya respons lebih serius terhadap fenomena tersebut.

Pentagon pada tahun yang sama juga merilis video yang memperlihatkan pilot militer melacak objek yang bergerak cepat dan berubah arah secara ekstrem di udara.

Langkah Trump memerintahkan pembukaan dokumen muncul di tengah tahun politik yang sibuk menjelang pemilu paruh waktu.

Partai Republik menghadapi tantangan mempertahankan mayoritas di Kongres, di tengah sorotan terhadap isu ekonomi dan keterjangkauan biaya hidup.

Terlepas dari dinamika politik, polemik ini membuat isu alien dan UAP kembali menjadi perdebatan nasional di Amerika Serikat—kali ini dipicu langsung oleh pernyataan seorang mantan presiden.

(Tribunnews.com/Facundo Chrysnha Pradipha)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini