News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kabar Baik bagi Pecinta Kucing, Jepang Kembangkan Obat Gagal Ginjal yang Efektif

Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

OBAT UNTUK KUCING - Foto ilustrasi kucing yang diambil dari Pexels pada 26 Maret 2025. Jepang sedang memproses persetujuan obat baru berbasis protein AIM untuk mengobati penyakit ginjal pada kucing.

 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah obat untuk mengobati penyakit ginjal pada kucing telah memasuki tahap akhir sebelum dapat digunakan secara luas di Jepang.

Mengutip Japan Times, permohonan persetujuan produksi dan penjualan obat tersebut telah diajukan ke Kementerian Pertanian Jepang pada bulan April, sehingga muncul harapan bahwa obat itu dapat disetujui paling cepat tahun ini.

Didukung oleh banyak pemilik kucing, Presiden dan Direktur Institute for AIM Medicine yang berbasis di Tokyo, Toru Miyazaki, yang memimpin pengembangan obat tersebut, mengatakan bahwa ia berharap obat itu dapat dipasarkan “sesegera mungkin”.

Ia juga menyampaikan harapannya untuk segera memulai uji klinis pengobatan penyakit ginjal pada manusia.

Obat untuk kucing ini dikembangkan dengan berfokus pada apoptosis inhibitor of macrophage (AIM), yaitu jenis protein yang terdapat dalam darah dan membantu membersihkan limbah di dalam tubuh.

Berbeda dengan manusia dan anjing, protein tersebut tidak bekerja dengan baik pada kucing. Akibatnya, banyak kucing meninggal karena penyakit ginjal karena organ penyaring limbah tersebut rentan menumpuk racun.

Dalam uji klinisnya, lembaga tersebut menyuntikkan obat yang mengandung AIM yang berfungsi normal kepada kucing yang menderita penyakit ginjal kronis stadium hampir terminal. Total enam suntikan diberikan melalui infus setiap dua minggu sekali.

Baca juga: Benarkan Jilatan dan Gigitan Kucing Bisa Membatalkan Salat?

Tanpa pengobatan tersebut, sekitar setengah dari kucing dengan kondisi serupa biasanya meninggal dalam waktu enam bulan, dan sekitar 80 persen meninggal dalam waktu satu tahun.

Namun, selama uji klinis, tidak ada satu pun kucing yang meninggal dalam enam bulan setelah menerima pengobatan. Miyazaki mengatakan bahwa hasil yang sama juga terlihat setelah satu tahun, sehingga menunjukkan efek yang sangat signifikan dari terapi tersebut.

Karena obat berbasis protein memiliki biaya produksi yang mahal, Miyazaki berharap dapat menekan biaya tenaga kerja melalui struktur pengembangan berskala kecil agar harga obat tetap terjangkau. Ia memperkirakan enam kali suntikan obat AIM akan menelan biaya sekitar 100.000 hingga 150.000 yen.

Jika efektivitas dan keamanan obat tersebut dikonfirmasi melalui proses evaluasi kementerian, maka obat itu dapat diproduksi dan dijual secara resmi.

Meskipun proses peninjauan banyak obat biasanya memakan waktu lebih dari satu tahun, kementerian berupaya mempercepat persetujuan bagi obat-obatan yang sangat inovatif atau sangat dibutuhkan.

Menurut Miyazaki, lembaganya telah berkonsultasi dengan kementerian sebelum uji klinis dilakukan. “Kami berharap mendapatkan persetujuan tahun ini,” ujarnya.

Sementara itu, seekor kucing milik Yoshiaki Tamura sedang menjalani perawatan akibat gagal ginjal. Tamura meluncurkan petisi daring bulan lalu untuk mendukung persetujuan obat penyakit ginjal bagi kucing tersebut.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini