News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

DPR Peringatkan Bahaya Ekspansionisme Usai Dubes AS Huckabee Singgung Wacana Israel Raya

Penulis: Reza Deni
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, yang merujuk pada legitimasi Israel atas wilayah luas di Timur Tengah berdasarkan narasi historis dan teologis menuai sorotan tajam, termasuk dari Indonesia.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai pernyataan tersebut berpotensi memicu preseden normatif yang berbahaya di tengah situasi geopolitik global yang sensitif.

Baca juga: Netanyahu Curhat, Akui Israel Masuki Masa Kritis dan Menegangkan Dampak Ketegangan Konflik AS-Iran

"Kami mencermati dengan serius pernyataan Huckabee ini. Dalam situasi geopolitik yang sensitif, pernyataan semacam ini berpotensi menimbulkan preseden normatif yang berbahaya," ujar Sukamta kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).

Legislator PKS itu menilai, pernyataan itu sejalan dengan narasi lama yang kerap dikaitkan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengenai konsep Greater Israel atau Israel Raya.

 

 

Menurut Sukamta, konsep tersebut merujuk pada klaim wilayah Israel berdasarkan tafsir sejarah dan agama, yang membentang dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat, meliputi Mesir, Palestina, Lebanon, Suriah, Turki, dan Yordania.

"Kita semua harus menjaga dunia dari ekspansionisme baru seperti ini," kata dia.

Lebih lanjut, Sukamta menjelaskan bahwa retorika ekspansionisme yang dibungkus legitimasi sejarah atau agama berisiko memperuncing ketegangan antarnegara. 

Bahkan, hal itu dinilai dapat melemahkan diplomasi dan proses normalisasi kawasan, memperkuat kelompok ekstrem, serta menggerus kredibilitas sistem hukum internasional.

Sukamta mengingatkan bahwa tatanan dunia modern dibangun di atas prinsip kedaulatan, integritas teritorial, kesetaraan antarnegara, serta larangan perolehan wilayah melalui kekuatan sebagaimana ditegaskan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

"Prinsip ini lahir dari pengalaman pahit perang besar dan menjadi fondasi stabilitas global selama beberapa dekade terakhir," katanya.

Menurut dia, relativisasi terhadap prinsip integritas teritorial bukan hanya berbahaya bagi Timur Tengah, tetapi juga mengancam masa depan tata dunia secara keseluruhan.

"Jika integritas teritorial mulai direlatifkan, maka tidak ada kawasan yang benar-benar aman," ujarnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini