News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelenskyy Berharap Bisa Negosiasi Langsung dengan Putin

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ZELENSKY - Foto ini diambil dari website Kantor Presiden Ukraina pada Senin (24/2/2025) memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menghadiri acara penyerahan Penghargaan dan Sertifikat Rumah Susun kepada para pejuang dan keluarga tentara yang gugur dalam perang melawan Rusia, di Kyiv pada Minggu (23/2/2025). -- Zelenskyy berharap pertemuan trilateral dapat mendorong terjadinya negosiasi langsung di tingkat pimpinan dengan Putin.

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.464 pada Kamis (26/2/2026).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Rabu (25/2/2026).

Keduanya membahas isu-isu dalam agenda pertemuan dan persiapan untuk putaran diskusi trilateral berikutnya dengan Rusia yang diperkirakan akan berlangsung pada awal Maret.

“Kami berharap pertemuan ini akan menciptakan peluang untuk membawa pembicaraan ke tingkat para pemimpin,” kata Zelenskyy.

"Itu akan menjadi satu-satunya cara untuk menyelesaikan semua masalah yang kompleks dan sensitif serta akhirnya mengakhiri perang," tambahnya.

Zelenskyy sebelumnya menyerukan pertemuan langsung dengan Putin untuk membahas isu-isu yang belum terselesaikan dalam negosiasi.

Sebelum melakukan pertemuan trilateral, kepala negosiator Ukraina, Rustem Umerov akan bertemu dengan utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner di Jenewa pada hari Kamis ini.

Zelenskyy mengatakan pertemuan itu akan membahas rincian rencana pemulihan pasca-perang untuk Ukraina dan persiapan untuk pertemuan trilateral pada bulan Maret, dikutip dari Al Jazeera.

Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang Rusia–Ukraina pecah secara terbuka pada 24 Februari 2022. Saat itu, Rusia melancarkan serangan militer besar-besaran ke sejumlah kota di Ukraina. Ledakan artileri dan masuknya pasukan darat menandai eskalasi konflik yang sebenarnya sudah lama memanas.

Baca juga: AS Abstain, Majelis Umum PBB Dukung Resolusi soal Integritas Teritorial Ukraina

Akar ketegangan dapat ditarik ke runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an. Setelah merdeka, Ukraina semakin mendekat ke negara-negara Barat dengan mempererat hubungan dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat. Kebijakan ini dipandang Rusia sebagai ancaman terhadap pengaruhnya di kawasan bekas Soviet.

Situasi kian memanas pada 2014 ketika terjadi demonstrasi besar di Kyiv yang dikenal sebagai Revolusi Maidan. Pergantian pemerintahan yang lebih condong ke Barat memicu reaksi cepat dari Moskow. Rusia kemudian mencaplok Krimea, sementara konflik bersenjata meletus di wilayah Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia.

Upaya diplomasi sempat dilakukan, tetapi tidak mampu menghadirkan perdamaian jangka panjang. Hingga akhirnya, pada Februari 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer skala penuh terhadap Ukraina.

Rusia menyatakan langkah tersebut untuk melindungi warga berbahasa Rusia di Donbas serta membendung perluasan NATO. Namun, serangan itu memicu kecaman luas dari komunitas internasional. Amerika Serikat dan negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Moskow serta meningkatkan bantuan militer dan dukungan finansial kepada Ukraina.

Di tengah perang yang masih berlangsung, berbagai upaya perundingan terus dilakukan, dengan AS sebagai penengah yang mendorong Rusia-Ukraina untuk kembali ke meja perundingan.

Berikut perkembangan perang Rusia-Ukraina pada hari ini, yang dirangkum dari berbagai sumber.

  • Ukraina akan Mempercepat Pemasangan Jaring Anti-Drone

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini