Hal terjadi ini karena perbedaan besar dalam tuntutan kedua belah pihak, terutama terkait program nuklir Iran, sanksi, dan tuntutan berat dari AS yang ditolak Tehran.
Negosiasi tersebut dimaksudkan untuk menggantikan atau memperbarui Iran nuclear deal (seperti JCPOA sebelumnya) yang sebelumnya terhenti.
Meskipun mediator Oman menyebut ada “kemajuan signifikan”, kedua pihak gagal menyepakati poin-poin utama sehingga rundingan tersebut tidak mencapai kesepakatan dan diskusi lanjutan dijadwalkan diadakan kembali, lapor AAJ TV.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan