News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Tak Main-main, Perang di Iran Meluas Hampir ke Eropa, Belasan Negara Terdampak

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Situasi di Timur Tengah semakin mencekam setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan Operation Epic Fury di Iran.

Hanya dalam waktu 72 jam saja, perang tersebut telah melanda hampir seluruh Timur Tengah dan bahkan mencapai gerbang masuk Eropa.

Cakupan geografis perang ini sangat mencengangkan — secara langsung melibatkan setidaknya 11 negara, mengganggu aliran minyak dan gas global, dan mengguncang pasar di seluruh dunia.

Menurut laporan Axios, Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap serangan di wilayahnya akan memicu pembalasan tidak hanya terhadap Israel, tetapi juga terhadap pangkalan-pangkalan AS di seluruh Teluk dan di Irak.

Pada jam-jam awal perang, Iran meluncurkan gelombang rudal balistik dan drone ke Israel, UEA, Bahrain, Kuwait, dan Qatar.

Iran juga menyerang wilayah Kurdi di Irak, yang dianggapnya bersekutu erat dengan AS dan Israel.

Milisi pro-Iran menyerang pangkalan AS di Irak, dan para pendukung mereka berupaya menyerbu kompleks kedutaan AS di Baghdad.

Pada hari kedua, Iran memperluas serangannya ke Arab Saudi dan Oman — negara yang berperan penting dalam menengahi negosiasi nuklir antara Teheran dan pemerintahan Donald Trump.

Puing-puing dari dua drone Iran pada Senin (2/3/2026) menghantam kilang minyak Aramco di Arab Saudi — serangan pertama sejak tahun 2019.

Qatar — mediator kunci lainnya antara Teheran dan Washington — juga mengatakan pihaknya menembak jatuh dua jet tempur Iran.

Dalam pernyataannya, Qatar mengutuk penargetan wilayahnya yang "sembrono dan tidak bertanggung jawab".

Baca juga: Update Konflik Iran vs Israel-AS Selasa Pagi: Ledakan di Kedubes AS di Riyadh, Status Selat Hormuz

Yang mengejutkan, konflik ini kini menyeret Siprus.

Fasilitas militer Inggris di pulau yang berbatasan dengan Turki ini dihantam drone Iran, karena dianggap membantu operasional jet-jet tempur AS dan Israel.

Sementara itu, Lebanon terus dibombardir serangan udara Israel yang menargetkan titik-titik kekuatan proksi Iran, memicu kepanikan warga sipil akan adanya invasi darat.

Pemerintah Iran melalui Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani, menegaskan bahwa Teheran tidak akan mundur selangkah pun.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini