News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Adu Klaim Militer AS VS Iran Hingga Hari ke-5 Perang: Siapa yang Paling Meyakinkan?

Penulis: Gita Irawan
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RUDAL IRAN - Peluncuran rudal balistik Qassem-Basir milik Iran. Memasuki hari kelima serangan militer Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran pada hari ini Rabu (4/3/2026), kedua kubu masih saling serang dan klaim kemenangan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memasuki hari kelima serangan militer Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran pada hari ini Rabu (4/3/2026), kedua kubu masih saling serang baik di medan perang maupun di ruang publik.

Pernyataan dari US Central Command maupun Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) juga terus menjadi sorotan publik dalam perang yang kini meluas hingga Lebanon itu.

Berikut ini rangkuman sejumlah klaim yang dihimpun dari berbagai sumber baik dari US Central Command maupun Pasukan Garda Revolusi Iran.

Klaim US Central Command

Dalam video yang dirilis di media sosial X resmi US Central Command pada Rabu (4/3/2026), Komandan US Central Command Laksamana Brad Cooper menyatakan lebih dari 50 ribu tentara dari pihaknya berpartisipasi dalam perang tersebut.

Selain itu, ia mengatakan sebanyak 200 jet tempur, dua kapal induk, dan pesawat pengebom dikerahkan dalam operasi bersandi Epic Fury itu.

Dia juga mengklaim pihaknya telah menyerang hampir 2.000 target dengan lebih dari 2.000 amunisi. 

Kemudian dia juga mengklaim pesawat pengebom B-2 dan B-1 telah melaksanakan serangan terhadap berbagai fasilitas rudal jauh di dalam wilayah Iran.

Pesawat pengebom B-52, kata dia, juga telah menyerang pos-pos rudal balistik serta komando dan kendali Iran.

"Kami juga menenggelamkan Angkatan Laut Iran—seluruh angkatan lautnya. Sejauh ini, kami telah menghancurkan 17 kapal Iran, termasuk kapal selam Iran yang paling operasional yang kini memiliki lubang di lambungnya," kata Cooper.

Klaim IRGC

Diberitakan sebelumnya, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, memperkirakan 650 tentara Amerika Serikat (AS) tewas atau terluka dalam dua hari pertama perang melawan Iran.

Naeini menyebut AS sengaja menyembunyikan jumlah tentaranya yang tewas dan terluka di berbagai pangkalan militernya termasuk di Bahrain, Irak, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

"Dalam dua hari pertama perang, 650 tentara Amerika tewas atau terluka," kata Naeini dilansir dari Tasnim News, Selasa (3/3/2026).

Dia juga mengklaim rudal dan drone Iran telah berulang kali menyerang markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain. 

Dia menyatkan dalam satu kasus serangan, sebanyak 160 personel AS diperkirakan tewas atau terluka ketika pasukan Iran menyerang fasilitas militer Amerika di Bahrain. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini