Situasi akhirnya mencapai titik puncak pada Februari 2022 ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan dimulainya operasi militer skala besar terhadap Ukraina. Rusia menyatakan langkah tersebut bertujuan melindungi warga berbahasa Rusia di wilayah Donbas serta mencegah perluasan NATO.
Namun, serangan tersebut memicu kecaman luas dari banyak negara. United States bersama negara-negara Barat kemudian menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia dan meningkatkan bantuan militer serta keuangan bagi Ukraina. Konflik ini pun berkembang menjadi salah satu krisis geopolitik terbesar di dunia dalam beberapa tahun terakhir.
AS berupaya mendorong kedua negara untuk melanjutkan perundingan di tengah perang yang masih berlangsung.
Berikut perkembangan perang Rusia-Ukraina pada hari ini, yang dirangkum dari berbagai sumber.
-
Perdana Menteri Belanda Bahas Produksi Senjata di Ukraina
Presiden Ukraina Zelenskyy mengatakan bahwa ia dan Perdana Menteri Belanda Rob Jetten membahas produksi senjata bersama selama kunjungannya ke Kyiv pada hari Minggu.
Ia menekankan pengalaman unik Ukraina dalam mempertahankan diri dari drone buatan Iran yang digunakan oleh Rusia.
“Kami sangat ingin ini menjadi peluang bagi kedua belah pihak,” kata Zelenskyy dalam konferensi pers setelah pertemuan dengan Jetten.
“Penting bagi kita untuk memproduksi senjata bersama dengan Belanda – dan kita pasti akan melanjutkan dan memperluas kerja sama ini,” kata Zelenskyy, menambahkan bahwa mereka telah membahas investasi dan kemungkinan volume produksi secara rinci.
Belanda adalah donor penting untuk program PURL di mana Eropa membeli senjata AS untuk Ukraina, sejauh ini telah menyumbang $870 juta, lapor The Guardian.
-
Aliran Senjata Global Meningkat
Laporan yang dirilis pada hari Senin menunjukkan bahwa aliran senjata global telah meningkat hampir 10 persen dalam lima tahun terakhir, dengan Eropa meningkatkan impornya lebih dari tiga kali lipat setelah perang di Ukraina.
"Lonjakan ini dapat dijelaskan, setidaknya sebagian, oleh fakta bahwa negara-negara Eropa membeli senjata untuk memasok ke Ukraina dan karena mereka berupaya meningkatkan kemampuan militer mereka sendiri terhadap ancaman yang dirasakan dari Rusia," kata Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI).
Meskipun impor senjata ke Eropa masih belum mencapai tingkat yang terlihat selama Perang Dingin, Eropa sekarang menjadi penerima senjata terbesar [secara global], menurut Mathew George, direktur Program Transfer Senjata SIPRI, kepada AFP.
-
Pertahanan Udara Rusia Mencegat Ratusan Drone
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Minggu bahwa unit pertahanan udaranya telah mencegat 234 drone di berbagai bagian Rusia tengah dan selatan selama periode sembilan jam.
Enam drone di antaranya menuju Moskow.
Kementerian melaporkan tidak ada kerusakan atau korban jiwa selama periode tersebut, yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 23.00 waktu setempat.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan