News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Pengamat Ungkap Hal Mendesak yang Harus Dibenahi Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei

Penulis: Muhamad Deni Setiawan
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ringkasan Berita:

  • Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei terpilih sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga Iran oleh Majelis Pakar Iran.
  • Pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi menilai ada sejumlah hal mendesak yang mesti dibenahi oleh Mojtaba.
  • Mojtaba harus membenahi aspek intelijen Iran karena negara Islam itu kecolongan atas serangan yang dilancarkan AS-Israel.

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi mengomentari terpilihnya Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga Iran oleh Majelis Pakar Iran.

Hasibullah menyatakan bahwa ada beberapa hal mendesak yang harus dilakukan oleh Mojtaba setelah menggantikan posisi ayahnya, yaitu Ayatollah Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

Pertama, Mojtaba harus membenahi aspek intelijen Iran. Menurutnya, Iran kecolongan dari aspek itu sehingga kehilangan sejumlah tokoh penting, termasuk Ali Khamenei yang tewas akibat serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS)-Israel.

"Kalau kita ikuti perang Iran dari tahun 2024, 2025, dan sekarang 2026 sebenarnya yang menjadi kecolongan dan kelemahan paling mendasar itu adalah di bagian intelijen," ucapnya dalam tayangan di YouTube Kompas TV, Senin (9/3/2026).

Ia menilai, tanpa adanya teknologi mumpuni dan info lapangan akurat akan sulit untuk memberikan serangan yang presisi terhadap para pemimpin Iran.

Oleh karena itu, Hasibullah menyatakan bahwa Mojtaba harus membenahi intelijen Iran sekaligus untuk memastikan keselamatannya sendiri.

"Dan yang kedua, tugas yang menurut saya penting oleh pemimpin tertinggi yang baru ini adalah mau tidak mau membenahi aspek internal," tuturnya.

Hasibullah mengingatkan bahwa sebelum AS-Israel melakukan penyerangan, situasi di dalam negeri Iran memang sedang bermasalah, terutama terkait ekonomi sehingga muncul aksi demonstrasi dari masyarakat.

Terpilihnya Mojtaba

Mojtaba merupakan putra dari Ali Khamenei. Namun, analis memandang Ali Khamenei tidak punya andil dalam pemilihan putranya.

Dilansir dari Aljazeera, Direktur lembaga think tank DiploHouse di Teheran, yakni Hamid Reza Gholamzadeh mengklaim Ali Khamenei pernah menentang gagasan untuk memilih putranya sebagai penerusnya.

Gholamzadeh menyebut Ali Khamenei justru mengatakan tanggung jawab atas penunjukan penggantinya sepenuhnya berada di tangan Majelis Pakar Iran.

Baca juga: Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Kekayaan dan Propertinya Jadi Sorotan

Majelis Pakar Iran merupakan sebuah badan beranggotakan 88 orang yang ditugaskan oleh konstitusi untuk memilih pemimpin tertinggi yang baru.

"Ini tidak ada hubungannya dengan ayahnya. Majelis Pakar bertanggung jawab untuk melakukan seleksi terhadap tokoh-tokoh yang mungkin dan paling sesuai dengan kriteria berdasarkan konstitusi, dan mereka telah memilihnya," kata Gholamzadeh pada Senin.

Ia menilai Mojtaba sangat dekat dengan ayahnya sehingga menyadari tantangan yang dihadapi Iran 

Menurutnya posisi seorang pemimpin sebenarnya tidak perlu memiliki pengalaman eksekutif. 

"Intinya, semakin baik dia memahami situasi, semakin baik pula dia memahami tantangan kekuasaan eksekutif dalam praktiknya," tuturnya.

Warga Iran Sambut Pemimpin Baru

Di dalam negeri Iran, pengumuman penunjukan Mojtaba Khamenei memicu berbagai reaksi masyarakat. Sejumlah warga terlihat berkumpul dan bersorak ketika kabar tersebut diumumkan.

Pengangkatan ini menandai babak baru dalam politik Iran setelah terbunuhnya Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026, yang menjadi titik awal eskalasi konflik besar antara Iran dan kedua negara tersebut.

 Mojtaba Khamenei dipilih oleh Assembly of Experts, lembaga ulama yang memiliki kewenangan menentukan pemimpin tertinggi Iran.

Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah, majelis tersebut mengatakan bahwa Mojtaba dipilih melalui “pemungutan suara yang menentukan”.

Mereka juga menyerukan kepada rakyat Iran untuk menjaga persatuan nasional di tengah situasi politik dan keamanan yang sensitif.

Majelis tersebut secara khusus meminta dukungan dari kalangan elit, ulama, serta akademisi dari seminari dan universitas agar membantu menjaga stabilitas negara.

Setelah pengumuman tersebut, berbagai lembaga negara Iran langsung menyatakan dukungan kepada pemimpin baru.

Pimpinan angkatan bersenjata Iran dilaporkan telah menyatakan kesetiaan kepada Mojtaba Khamenei.

Dukungan juga datang dari Islamic Revolutionary Guard Corps atau Garda Revolusi Iran yang menyatakan siap mengikuti kepemimpinannya.

Ketua parlemen Iran bahkan menyebut mengikuti kepemimpinan Mojtaba sebagai “kewajiban agama dan nasional”, menandakan konsolidasi cepat di dalam struktur kekuasaan negara.

Kepala keamanan nasional Iran juga menyatakan pemimpin baru tersebut memiliki kemampuan untuk memandu negara melewati masa yang penuh tekanan, terutama di tengah konflik militer dan tekanan internasional.

(Tribunnews.com/Deni/Gita)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini