Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menggambarkan IRIS Dena sebagai kapal rampasan dan mengatakan bahwa kapal itu "meninggal dengan tenang."
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggambarkan serangan itu sebagai kekejaman di laut dan menekankan bahwa kapal tersebut adalah tamu Angkatan Laut India.
Berapa Banyak Kapal Perang yang Dimiliki Iran?
Mengutip ABC News, sebuah laporan dari Australian Naval Institute tahun lalu menemukan bahwa angkatan laut Iran terdiri dari lebih dari 18.500 personel dan lebih dari 100 kapal, termasuk kapal permukaan dan kapal selam.
Meskipun jumlahnya signifikan, itu masih jauh dari kekuatan tempur yang dapat dikerahkan oleh Angkatan Laut AS, yang memiliki 11 kapal induk, dua di antaranya dikerahkan dalam perang di Timur Tengah ini.
AS dan Israel kini tanpa henti menargetkan kapal-kapal Iran.
Jenderal AS, Dan Caine, mengatakan bahwa Pentagon telah menghancurkan 20 kapal Iran sejak AS dan Israel mulai melancarkan serangan pada hari Sabtu (28/2/2026).
Citra satelit yang diambil dari pangkalan angkatan laut Iran menunjukkan kapal-kapal yang tenggelam atau miring setelah dihantam oleh pasukan AS dan Israel.
Hingga kini, serangan terhadap Iran masih terus berlanjut.
Mengutip Iran International, serangan rudal dan ledakan terus dilaporkan di beberapa kota di Iran pada hari Minggu (8/3/2026), termasuk Teheran, Tabriz, Isfahan, Bandar Abbas, Ahvaz, dan daerah-daerah di dekat Yazd.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan serangan itu bertujuan untuk memecah belah Iran guna mengambil alih kekayaan minyak warga Iran secara ilegal, Al Jazeera melaporkan.
Harga minyak telah melonjak lebih dari 25 persen, ke level tertinggi sejak pertengahan 2022, karena beberapa produsen utama memangkas pasokan dan kekhawatiran akan gangguan pengiriman yang berkepanjangan mencengkeram pasar karena perang yang meluas.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Baca tanpa iklan