News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BWF World Tour

Target Gelar Juara Meleset di All England 2026, PBSI Justru Apresiasi Performa Pemain Muda

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KE PEREMPATFINAL - Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (kanan) foto bersama rekan setim yang jadi lawanya pada babak 16 besar All England 2026, Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Utilita Arena Birmingham, Inggris, Kamis (5/3/2026). dok: PBSI

Target Gelar Juara Meleset di All England 2026, PBSI Justru Apresiasi Performa Pemain Muda

Abdul Majid/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Pusat PBSI melakukan evaluasi terhadap penampilan tim Indonesia di All England Open Badminton Championships 2026.

Meskipun target meraih satu gelar belum tercapai, sejumlah catatan positif terutama datang dari penampilan pemain-pemain muda yang mampu tampil kompetitif di salah satu turnamen paling prestisius dalam kalender BWF World Tour.

Baca juga: Update Ranking BWF Pasca All England 2026: Raymond/Joaquin dan Rian/Rahmat Melesat Drastis

Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian menyampaikan bahwa secara umum terdapat dua sisi yang menjadi perhatian dari hasil tim Indonesia di turnamen tersebut.

“Secara umum kami melihat ada dua sisi dari hasil tim Indonesia di All England kali ini. Dari sisi positif, perkembangan pemain-pemain muda menunjukkan progres yang cukup menggembirakan,” kata Eng Hian, Senin (9/3/2026).

“Mereka mampu tampil kompetitif di turnamen dengan level dan tekanan tinggi seperti All England. Ini menjadi indikator bahwa proses regenerasi berjalan dan para pemain muda mulai mampu bersaing di level tertinggi,” sambungnya.

Apresiasi khusus tentu diberikan kepada Raymond Indra/Joaquin yang berhasil melangkah hingga babak semifinal. 

Dalam perjalanannya mereka mampu mengalahkan pasangan unggulan kelima dan unggulan ketiga.

Bahkan ketika menghadapi pasangan nomor satu dunia sekaligus juara bertahan di semifinal, mereka tetap mampu memberikan perlawanan yang sangat baik. 

Penampilan seperti ini menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi dan kualitas untuk terus berkembang ke depan.

Namun di sisi lain, PBSI juga harus mengakui bahwa target yang ditetapkan, yaitu meraih satu gelar di All England, belum dapat tercapai. 

Hal ini tentu menjadi bahan evaluasi menyeluruh, dari sisi strategi pertandingan hingga konsistensi performa di fase-fase krusial.

“Evaluasi ini akan kami lakukan secara komprehensif bersama tim pelatih dan tim pendukung di pelatnas untuk melihat apa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar ke depan para atlet bisa tampil lebih maksimal dan stabil di turnamen besar,” terang Eng Hian.

“PBSI akan terus berupaya mencari metode pembinaan yang semakin efektif agar potensi para atlet dapat berkembang secara optimal dan mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi,”

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini