Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah meluncurkan serangan gelombang ke-40 dari Operasi "True Promise 4" terhadap sejumlah target pada Rabu (11/3/2026) malam.
Dilansir dari Press TV, IRGC menyatakan fase terbaru operasi tersebut melibatkan penembakan empat jenis rudal.
Empat jenis rudal itu yakni Qadr, Emad, Kheibar Shekan, dan Fattah terhadap target di wilayah pendudukan Israel.
"Operasi ini dirancang untuk mempertahankan tembakan terus-menerus dan berkelanjutan selama periode lima jam," tulis IRGC dilansir dari Press TV, Rabu (11/3/2026).
Serangan itu dilakukan bersama dengan kelompok Hizbullah di Lebanon.
IRGC menyatakan serangan gabungan itu dilakukan dengan sejumlah besar drone serang dan rudal yang menargetkan lebih dari 50 sasaran di seluruh wilayah pendudukan Israel.
Serangan gelombang ke-40 IRGC itu juga dilaporkan menghantam pangkalan AS di al-Azraq Yordania dan al-Kharj Arab Saudi.
"Front yang kuat dan bersatu ini memberikan pukulan telak pada pangkalan militer rezim pembunuh anak-anak, dari (pelabuhan pendudukan) Haifa di utara, Tel Aviv di tengah, dan Be'er Sheva di selatan wilayah pendudukan," tulis IRGC.
Perang AS-Israel VS Iran
Amerika Serikat (AS) dan Israel berulang kali menuduh Iran berupaya mengembangkan program nuklir untuk membuat senjata nuklir, tuduhan yang dibantah Iran.
Iran mengatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai seperti kebutuhan energi sipil.
Serangan AS-Israel sejak 28 Februari lalu mengacaukan upaya perundingan perjanjian nuklir antara AS dan Iran, yang berlangsung hingga putaran ketiga dan terjadi dua hari sebelum serangan tersebut dimulai.
Oman menyatakan pembicaraan di Jenewa pada 26 Februari itu menunjukkan adanya kemajuan signifikan, namun masih ada sejumlah perbedaan mengenai isu penting.
Hal tersebut membuat keduanya belum mencapai perjanjian final, namun saat itu keduanya akan menjadwalkan perundingan lanjutan.
Harapan untuk perundingan berikutnya lenyap setelah AS-Israel meluncurkan serangan terhadap Iran, membuat Iran menarik diri dari diplomasi dengan AS.
Iran membalas serangan AS-Israel dengan menargetkan pangkalan militer mereka di berbagai negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Qatar, Irak, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.
Iran juga memblokade Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak global, yang dapat mengacaukan pasar energi.
Baca tanpa iklan