News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Rumor Kematian Benjamin Netanyahu Beredar di Tengah Perang Iran-Israel

Penulis: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RUMOR - Kabar mengenai keberadaan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan saudaranya Iddo Netanyahu ramai beredar di media sosial setelah meningkatnya ketegangan perang antara Iran dan Israel. 

Ringkasan Berita:

  • Rumor mengenai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan saudaranya Iddo Netanyahu beredar luas di media sosial setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke Israel.
  • Sejumlah media Iran menyebut Netanyahu mungkin tewas atau terluka, sementara klaim lain menyebut Iddo Netanyahu tewas dan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir terluka. 
  • Spekulasi dipicu oleh hilangnya Netanyahu dari beberapa penampilan publik, peningkatan pengamanan di kediamannya.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rumor mengenai keberadaan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan saudaranya Iddo Netanyahu ramai beredar di media sosial setelah meningkatnya ketegangan perang antara Iran dan Israel. 

Sejumlah media Iran bahkan menyebarkan berbagai teori mengejutkan mengenai kemungkinan kondisi atau keberadaan pemimpin Israel tersebut.

Spekulasi itu muncul setelah Iran melancarkan gelombang serangan rudal dan drone ke Israel. 

Di tengah situasi tersebut, berbagai klaim viral di media sosial menyebut Netanyahu telah tewas akibat serangan Iran. Ada pula klaim lain yang mengatakan bahwa Netanyahu terluka dalam serangan tersebut.

Rumor tersebut semakin menyebar setelah militer Iran menyatakan bahwa Netanyahu “mungkin telah terbunuh atau terluka” dalam sebuah serangan yang mereka klaim berhasil dilakukan. 

Pernyataan itu kemudian mendorong sejumlah media di Teheran mempublikasikan berbagai spekulasi tentang keberadaan pemimpin Israel itu.

Salah satu media yang memiliki keterkaitan dengan Iran, Tasnim News Agency, menyoroti beberapa hal yang memicu spekulasi tersebut. 

Media itu menyoroti hilangnya Netanyahu dari sejumlah penampilan publik, peningkatan pengamanan di sekitar kediamannya, serta penundaan mendadak beberapa perjalanan diplomatiknya. Hal-hal tersebut memicu berbagai spekulasi global mengenai kondisi Netanyahu.

Di media sosial juga beredar klaim bahwa saudara Netanyahu, Iddo Netanyahu, tewas akibat serangan udara Iran di Tel Aviv. Selain itu, beberapa unggahan juga menyebut Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir terluka dalam serangan yang sama.

Sejauh ini klaim tersebut belum terverifikasi. Tidak ada laporan resmi yang menyatakan bahwa Netanyahu maupun saudaranya menjadi korban serangan Iran. Informasi mengenai Ben-Gvir yang disebut terluka juga tidak terbukti benar.

Media-media di Israel menyatakan Netanyahu masih hidup. Setelah berbagai rumor tersebut beredar, Netanyahu beberapa kali terlihat muncul di depan publik. 

Ia terlihat berada di Tel Aviv, mengunjungi sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan akibat serangan, serta menghadiri beberapa acara resmi.

Kemunculan publik terbaru Netanyahu terjadi pada 9 Maret ketika ia mengunjungi Pelabuhan Ashdod, pelabuhan terbesar Israel. Dalam kunjungan itu ia terlihat bersama Menteri Transportasi Israel Miri Regev.

Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui akun media sosial kantor Perdana Menteri Israel, disebutkan bahwa Netanyahu melakukan “tur profesional dan evaluasi terkait keberlanjutan perdagangan maritim Israel di tengah operasi militer.”

Israel Terus Digempur

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah meluncurkan serangan gelombang ke-40 dari Operasi "True Promise 4" terhadap sejumlah target pada Rabu (11/3/2026) malam.

Dilansir dari Press TV, IRGC menyatakan fase terbaru operasi tersebut melibatkan penembakan empat jenis rudal.

Empat jenis rudal itu yakni Qadr, Emad, Kheibar Shekan, dan Fattah terhadap target di wilayah pendudukan Israel.

"Operasi ini dirancang untuk mempertahankan tembakan terus-menerus dan berkelanjutan selama periode lima jam," tulis IRGC dilansir dari Press TV, Rabu (11/3/2026).

Serangan itu dilakukan bersama dengan kelompok Hizbullah di Lebanon.

IRGC menyatakan serangan gabungan itu dilakukan dengan sejumlah besar drone serang dan rudal yang menargetkan lebih dari 50 sasaran di seluruh wilayah pendudukan Israel.

Serangan gelombang ke-40 IRGC itu juga dilaporkan menghantam pangkalan AS di al-Azraq Yordania dan al-Kharj Arab Saudi.

"Front yang kuat dan bersatu ini memberikan pukulan telak pada pangkalan militer rezim pembunuh anak-anak, dari (pelabuhan pendudukan) Haifa di utara, Tel Aviv di tengah, dan Be'er Sheva di selatan wilayah pendudukan," tulis IRGC.

Perang AS-Israel VS Iran

Amerika Serikat (AS) dan Israel berulang kali menuduh Iran berupaya mengembangkan program nuklir untuk membuat senjata nuklir, tuduhan yang dibantah Iran.

Iran mengatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai seperti kebutuhan energi sipil.

Serangan AS-Israel sejak 28 Februari lalu mengacaukan upaya perundingan perjanjian nuklir antara AS dan Iran, yang berlangsung hingga putaran ketiga dan terjadi dua hari sebelum serangan tersebut dimulai.

Oman menyatakan pembicaraan di Jenewa pada 26 Februari itu menunjukkan adanya kemajuan signifikan, namun masih ada sejumlah perbedaan mengenai isu penting.

Hal tersebut membuat keduanya belum mencapai perjanjian final, namun saat itu keduanya akan menjadwalkan perundingan lanjutan. 

Harapan untuk perundingan berikutnya lenyap setelah AS-Israel meluncurkan serangan terhadap Iran, membuat Iran menarik diri dari diplomasi dengan AS.

Iran membalas serangan AS-Israel dengan menargetkan pangkalan militer mereka di berbagai negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Qatar, Irak, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.

Iran juga memblokade Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak global, yang dapat mengacaukan pasar energi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini