TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina telah memperingatkan Iran pada tahun 2022, ketika Iran menjual batch pertama drone serang Shahed kepada Rusia.
Saat itu Ukraina menghubungi Iran dan meminta agar Iran tidak memasok senjata ke Rusia, dan Iran menyatakan tidak akan ada pengiriman lebih lanjut.
"Sementara itu, rezim Iran memasok Rusia dengan gelombang pertama 'Shahed' – 1.000 drone. Kami menghubungi pihak Iran di tingkat dinas intelijen. Kami meminta mereka untuk tidak memasok senjata ke Rusia, karena jika 'Shahed' yang dipasok itu membunuh warga sipil kami, Iran akan menjadi sekutu Rusia, begitu kata kami kepada mereka," kata Zelenskyy di platform X, Selasa (17/3/2026), merujuk pada wawancaranya dengan i24NEWS dan The Jerusalem Post.
"Mereka (Iran) menjawab, 'Tidak, tidak, kami bukan sekutu dalam hal ini. Kami menjual satu gelombang 'Shahed' ini kepada Rusia. Jumlahnya akan 1.200 atau 1.300 drone, dan itu saja. Tidak ada pasokan lagi.' Tapi mereka berbohong," lanjutnya.
Zelenskyy menegaskan kembali Iran tidak hanya menyediakan ribuan drone Shahed kepada Rusia, tetapi juga menyerahkan lisensi untuk produksinya.
"Mereka membantu Rusia membangun dua pabrik yang memproduksi drone ini, dan awalnya mereka mengoperasikan drone dan melatih orang-orang Rusia," ujar Zelenskyy.
Pada 12 Maret, Zelenskyy mengatakan drone Shahed pertama yang digunakan Rusia untuk menyerang Ukraina diluncurkan oleh operator Iran, karena personel Rusia masih perlu dilatih.
Pada 10 Maret, Zelenskyy mengatakan para ahli Ukraina di bidang keamanan dan penanggulangan UAV akan melakukan perjalanan ke Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Sebelumnya, pada 3 Maret, Presiden Ukraina juga mengatakan negaranya menghadapi kekurangan rudal PAC-3 untuk sistem pertahanan udara Patriot dan siap untuk menukarkan drone pencegatnya dengan rudal tersebut.
Baca juga: Ukraina Minta Uang dan Teknologi Sebagai Imbalan Bantu Negara Timur Tengah Lawan Drone Iran
Zelenskyy: Rusia Bantu Iran Kembangkan Drone Shahed
Dalam wawancara dengan The Jerusalem Post, Zelensky mengatakan Rusia membantu Iran meningkatkan drone Shahed setelah pertama kali menggunakan Ukraina sebagai tempat uji coba senjata tersebut.
“Kami memiliki pengalaman mengerikan dengan drone-drone ini,” katanya.
“Kami menghadapi 350 atau 500 drone Iran, Shahed, setiap hari, siang dan malam," lanjutnya.
Zelenskyy mengatakan drone Shahed saat ini mungkin telah dikembangkan dari versi awalnya.
“Ukraina pada akhirnya menjadi semacam tempat percobaan untuk drone-drone ini,” kata Zelensky.
“Anda bahkan tidak bisa membandingkan kelas pertama Shahed, yang ada di awal perang, dengan Shahed saat ini," ujarnya.
Baca tanpa iklan