News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Krisis BBM, Bensin Setara Pertalite di Thailand Tembus Rp 21ribu per Liter

Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Harga eceran bensin dan solar di Thailand melonjak tajam per liternya pada Kamis pagi ini (26/3/2026).

Adapun tiap tipe bahan bakar minyak (BBM) mengalami kenaikan sebesar 6 baht atau sekitar Rp3.087 per liternya.

Melansir Bangkok Post, kenaikan signifikan ini terjadi setelah pemerintah Thailand memutuskan untuk menghentikan upaya pembatasan harga atau price cap yang dinilai terlalu membebani anggaran negara.

Keputusan Pemerintah Thailand untuk memangkas subsidi sendiri diumumkan pada Rabu malam (25/3/2026).

Akibat keputusan tersebut, antrean panjang kendaraan mulai membajiri berbagai SPBU di seluruh penjuru negeri Thailand semalam suntuk.

Adapun warga bergegas menyerbu SPBU terdekat guna mengisi tangki kendaraan mereka sebelum harga baru berlaku efektif pada hari Kamis ini mulai pukul 05.00 pagi setempat.

Perubahan kebijakan ini juga mengakibatkan harga solar naik drastis sebesar 18 persen, sementara jenis bahan bakar lainnya mengalami kenaikan yang lebih moderat.

Di stasiun pengisian bahan bakar PTT, harga bensin Gasohol RON 91 yang secara nilai oktannya hampir setara dengan RON 90 Pertalite di Indonesia kini dibanderol Rp20.934 per liter.

Berikut rincian harga BBM terbaru di SPBU PTT Thailand beserta konversi rupiahnya:

Baca juga: Jepang Lepas 80 Juta Barel Cadangan Minyak, Harga Bensin Tembus 217 Yen

High-speed diesel: 38,94 baht (Rp20.038)

B7 premium diesel: 54,64 baht (Rp28.118)

Gasohol 91 (Setara Pertalite): 40,68 baht (Rp20.934)

Gasohol 95: 41,05 baht (Rp21.124)

Gasohol E20: 36,05 baht (Rp18.551)

ANTREAN SPBU THAILAND - Tangkap Layar CH7HD News Thailand yang memerlihatkan antrean warga Thailand di sejumlah SPBU pada Selasa malam (3/3/2026). Kementerian Energi Thailand menyatakan pada hari Minggu (1/3/2026) negara mereka hanya memiliki cadangan minyak untuk dua bulan. (CH7HD NEWS)
Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini