News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Israel Klaim Bunuh Komandan Iran yang Terlibat Penutupan Selat Hormuz, Pernah Dirumorkan Tewas

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger


TRIBUNNEWS.COM - Militer Israel mengklaim telah membunuh komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Alireza Tangsiri, yang disebut berperan penting dalam penambangan dan blokade Selat Hormuz.

Hingga kini, pihak berwenang Iran belum memberikan komentar terkait klaim tersebut.

“Semalam, dalam operasi yang presisi dan mematikan, IDF telah melenyapkan komandan Angkatan Laut IRGC, Tangsiri, bersama sejumlah pejabat senior angkatan laut,” kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Kamis (26/3/2026), mengutip CNN World.

“Kami akan terus beroperasi di Iran dengan kekuatan penuh untuk mencapai tujuan perang.”

“IDF telah melenyapkan komandan Angkatan Laut IRGC yang bertanggung jawab langsung atas operasi teroris berupa pemasangan ranjau dan pemblokiran Selat Hormuz."

Ia juga menyebut operasi tersebut sebagai pesan penting bagi mitra Amerika Serikat, yang mencerminkan kontribusi IDF dalam membuka kembali Selat Hormuz.

Tangsiri menjadi semakin vokal dan sering tampil sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan kampanye militer terhadap Iran.

Ia disebut sebagai tokoh kunci di balik blokade hampir total lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Tangsiri aktif di media sosial selama konflik, terakhir kali mengunggah di platform X pada Selasa, dengan menyatakan bahwa setiap kapal yang melintasi selat tersebut harus berkoordinasi penuh dengan otoritas maritim Iran.

Ia juga kerap membagikan pembaruan terkait operasi Angkatan Laut IRGC di kawasan Teluk.

Pernah Dirumorkan Tewas

Januari lalu, beberapa saluran Telegram menyebarkan rumor secara luas selama berjam-jam, mengklaim pembunuhan Laksamana Muda Alireza Tangsiri.

Dilaporkan Tasnim News Agency pada 31 Januari 2026, tindak lanjut dari sumber yang terinformasi menunjukkan bahwa rumor tersebut sepenuhnya dibuat-buat dan sebagian besar berasal dari operasi psikologis oleh kelompok anti-Iran.

Rumor tersebut muncul setelah laporan tentang ledakan besar di daerah pemukiman Bandar Abbas di Iran selatan.

Menurut Pemerintah Provinsi Hormozgan, suara yang terdengar di Bandar Abbas terkait dengan ledakan di sebuah rumah tinggal di salah satu lingkungan kota.

Suara tersebut berasal dari ledakan di sebuah gedung berlantai delapan di Boulevard Moallem di kota tersebut.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini