Pasukan Amfibi dan Marinir AS Segera Mendarat, Iran Perkuat Pulau Kharg Pakai Ranjau!
TRIBUNNEWS.COM - Iran dilaporkan telah meningkatkan penempatan ranjau, sistem pertahanan udara, dan personel militer tambahan di Pulau Kharg dalam beberapa pekan terakhir, mengutip laporan dari CNN.
Perkuatan sistem pertahanan di Pulau Kharg ini sebagai persiapan untuk potensi operasi darat pasukan Amerika Serikat (AS) untuk merebut pulau tersebut.
Pulau Kharg merupakan pulau utama yang menjadi sentra minyak dan energi Iran. AS ingin menguasai pulau ini sebagai strategi untuk melumpuhkan kekuatan Iran
Baca juga: Poin-Poin Serangan Donald Trump ke NATO: 40 Tahun Dilindungi Tapi Ogah Bantu AS di Hormuz
Mengutip beberapa sumber yang mengetahui laporan intelijen AS, jaringan berita internasional tersebut menyatakan kalau Iran telah mengerahkan sistem pertahanan udara portabel (MANPADS), serta ranjau anti-personel dan anti-tank di sekitar pulau tersebut, termasuk di pantai-pantai tempat potensi pendaratan amfibi AS dapat terjadi.
Para pejabat AS dan pakar militer telah memperingatkan tentang risiko signifikan dari operasi darat semacam itu, termasuk potensi korban jiwa yang besar.
Baca juga: Tak Mampu Buka Selat Hormuz, Amerika Mau Kuasai Pulau Kharg Iran: Jadi Kuburan Ribuan Marinir AS?
Laksamana Purnawirawan James Stavridis, mantan Panglima Tertinggi Sekutu NATO, mengatakan:
"Orang Iran cerdas dan kejam. Mereka akan melakukan segala yang mereka bisa untuk menimbulkan korban jiwa sebanyak mungkin pada pasukan AS, baik di kapal di laut dan terutama begitu pasukan darat menginjakkan kaki di wilayah kedaulatan mereka."
Negara-negara sekutu AS di Teluk mendesak pemerintahan AS, khususnya, untuk tidak memperpanjang perang dengan mengerahkan pasukan darat untuk menduduki Pulau Kharg, karena khawatir hal ini akan menyebabkan banyak korban jiwa.
Selain itu, mereka mengkhawatirkan makin luasnya pembalasan Iran terhadap infrastruktur Teluk, dan konflik yang berkepanjangan.
Sebaliknya, negara-negara Teluk mendesak para pejabat AS tentang perlunya membongkar program rudal balistik Iran.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf pada Rabu (25/3/2026) memperingatkan "musuh" negara itu agar tidak mencoba menduduki pulau-pulau Iran mana pun, menekankan bahwa semua pergerakan musuh berada di bawah pengawasan penuh angkatan bersenjata Iran.
AS Kerahkan Marinir
Sebagai tanggapan, Amerika Serikat telah mengerahkan dua unit pengintai Korps Marinir ke Timur Tengah, dan mereka diperkirakan akan bergabung dengan sekitar 1.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 dalam beberapa hari mendatang.
Stavridis mengindikasikan bahwa blokade angkatan laut terhadap Kharg dapat menjadi pilihan alternatif untuk menekan Iran tanpa benar-benar mendaratkan pasukan di pantai, dengan mengatakan: "Ini dapat dilakukan tanpa mempertaruhkan tentara kita di pantai."
Hal ini terjadi di saat perang AS-Israel di Iran berlanjut selama 26 hari berturut-turut, dan krisis di Timur Tengah semakin memburuk.
Trump: NATO Sama Sekali Tidak Membantu
Di tengah kesulitan AS untuk mengatasi ancaman dan tantangan yang disajikan Iran, Presiden AS Donald Trump mengatakan kalau negara-negara NATO "sama sekali tidak melakukan apa pun" untuk membantu Amerika Serikat dalam menangani Iran.
Baca tanpa iklan