News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Buka Jalur Khusus, Kapal Malaysia Bebas Melintas di Selat Hormuz

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KAPAL DI SELAT HORMUZ - Sebuah kapal komersial berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, pada 2 Maret 2026, di tengah ancaman Iran akan membakar kapal yang nekat melintas di Selat Hormuz. Iran gratiskan akses Selat Hormuz untuk kapal Malaysia di tengah konflik. Jalur energi dunia tetap dibuka, tapi ketegangan tinggi masih ganggu pelayaran global.

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, Iran memberikan sinyal positif bagi Malaysia dengan mengizinkan kapal-kapalnya melintasi jalur strategis Selat Hormuz tanpa dikenakan biaya.

Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Iran untuk Malaysia Valiollah Mohammadi Nasrabadi pada Selasa (31/3/2026).

“Tidak ada masalah karena Malaysia adalah negara sahabat,” ujar Nasrabadi, memastikan bahwa kapal-kapal Malaysia tidak akan dikenakan biaya tol, sebagaimana dikutip dari Malaysia Kini.

Dalam keterangan resminya Mohammadi Nasrabadi mengatakan bahwa izin diberikan Iran sebagai bentuk hubungan diplomatik yang baik antara kedua negara.

Ia menegaskan bahwa Malaysia termasuk dalam kategori negara yang tidak dianggap sebagai ancaman.

Dalam situasi konflik, Iran menerapkan kebijakan selektif terhadap akses jalur pelayaran, di mana negara-negara yang memiliki hubungan baik tetap diberikan kelonggaran.

Selain itu, komunikasi aktif antara pemerintah kedua negara juga menjadi faktor penting. Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, diketahui telah berkoordinasi dengan pihak Iran terkait keberadaan kapal-kapal Malaysia di kawasan Teluk Persia.

Diplomasi ini memperkuat posisi Malaysia sebagai mitra yang dipercaya di tengah situasi yang sensitif.

Pasca izin diberikan sejumlah kapal-kapal tanker Malaysia  yang dimiliki oleh raksasa minyak Petronas, Sapura Energy, dan perusahaan maritim MISC bersiap untuk berlayar dengan aman melalui Selat Hormuz.

Meski begitu Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, mengatakan bahwa akan dibutuhkan waktu bagi kapal-kapal tanker Malaysia untuk melintasi Selat Hormuz karena "ada banyak kapal yang terdampar dan berlabuh di sana".

 Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Dibuka, Akses Dibatasi Secara Selektif

Sebelumnya Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap dibuka di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, meskipun sebelumnya sempat terjadi pembatasan akses yang menyebabkan sejumlah kapal tanker dari berbagai negara tertahan.

Kondisi tersebut sempat memicu lonjakan harga minyak global serta mendorong beberapa negara mengambil langkah penyesuaian, termasuk penghematan bahan bakar dan kenaikan harga energi.

Dalam pernyataan terbarunya, Iran menyampaikan bahwa jalur strategis tersebut tidak sepenuhnya ditutup, namun aksesnya kini diberlakukan secara selektif. Hanya kapal dari negara-negara tertentu yang dianggap tidak memiliki keterkaitan dengan pihak yang berkonflik yang diperbolehkan melintas.

Baca juga: Perkembangan Terbaru di Selat Hormuz: Dua Kapal Pertamina Belum Bisa Masuk ke Selat Hormuz

Kebijakan ini muncul setelah meningkatnya ketegangan akibat serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya tetap berkomitmen menjaga keamanan pelayaran internasional, khususnya bagi kapal yang tidak berafiliasi dengan pihak yang dianggap sebagai agresor.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini