TRIBUNNEWS.COM - Dunia internasional kini tengah menyoroti bukti-bukti baru yang mengkhawatirkan di Jalur Gaza.
Citra satelit mengungkap pembangunan besar-besaran infrastruktur militer oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di sejumlah titik strategis.
Citra terbaru menunjukkan bahwa fasilitas yang sebelumnya bersifat sementara kini berkembang menjadi pangkalan permanen dengan struktur yang semakin kokoh.
Langkah ini dinilai sebagai upaya sistematis untuk memperkuat kontrol keamanan Israel dalam jangka panjang di wilayah tersebut.
Koridor Netzarim, yang membelah Gaza menjadi wilayah utara dan selatan, menjadi salah satu fokus utama pembangunan.
Area ini dilaporkan telah diperlebar secara signifikan untuk mendukung mobilitas militer dan pengawasan wilayah.
Baca juga: Saat Mata Dunia Fokus ke Perang Iran, Israel Bom Gaza 36 Hari Non-Stop, 107 Nyawa Terenggut
Ribuan rumah warga di sepanjang koridor tersebut diratakan dengan tanah, membuka ruang bagi pembangunan jalan militer dan fasilitas pertahanan.
Di atas bekas pemukiman itu kini berdiri barak militer, menara pengawas, serta jaringan jalan berlapis aspal yang dirancang untuk kendaraan berat seperti tank dan kendaraan lapis baja.
Analisis citra satelit juga menunjukkan penggunaan material beton permanen dalam jumlah besar, menandakan bahwa pembangunan ini tidak dirancang untuk kebutuhan jangka pendek.
Selain itu, sistem radar dan komunikasi satelit mulai dipasang di berbagai titik untuk memperkuat kontrol operasional di lapangan.
Para analis militer melihat pola pembangunan ini sebagai indikasi kuat dari rencana jangka panjang.
“Ini bukan konfigurasi militer sementara, melainkan struktur yang dirancang untuk bertahan lama,” kata seorang analis pertahanan yang dikutip Al Jazeera.
Ia menambahkan bahwa keberadaan jalan permanen dan fasilitas komunikasi canggih menunjukkan kesiapan operasional berkelanjutan.
Di sisi lain, kondisi kemanusiaan di Gaza justru semakin memburuk.
Baca tanpa iklan