Pada periode yang sama, jalur perairan ini juga menangani sekitar 260 juta meter kubik gas alam cair (LNG) per hari.
Gokcay Balci, dosen transportasi dan logistik angkutan berkelanjutan di University of Leeds, Inggris, mengatakan bahwa jalur perairan ini juga merupakan rute utama bagi pengiriman "barang elektronik, barang konsumsi, barang industri, mesin, dan mobil".
"Sekitar 25 persen perdagangan mobil dunia melintas melalui selat ini. Kargo curah kering, seperti gandum dan kedelai, juga melewati Selat Malaka," ujarnya.
Balci menambahkan jika menggabungkan faktor geografis, ketergantungan energi, volume barang, serta keberagaman jenis muatan, Selat Malaka memiliki karakter yang berbeda dibandingkan Selat Hormuz.
"Hormuz memang sangat penting bagi perdagangan global, namun tidak berperan sebesar Selat Malaka sebagai pusat transshipment. Perannya melampaui sektor energi dan mencakup spektrum barang yang jauh lebih luas."
"Bisa dikatakan bahwa Selat Malaka merupakan salah satu arteri utama perekonomian global," tambah Astrina.
Singapura, salah satu pelabuhan terpenting di dunia, terletak di ujung selatan selat tersebut.
Singapura termasuk yang menolak keras usul Purbaya agar kapal yang lewat Selat Malaka dikenakan pajak.
Selain kapal-kapal lain, selat ini juga memungkinkan jalur bagi kapal tanker minyak raksasa yang berlayar antara ladang minyak Timur Tengah dan pelabuhan-pelabuhan di Jepang dan tempat lain di Asia Timur .
The Straits Times menulis lebih dari 200 kapal – termasuk kapal kontainer, kapal tanker minyak, dan kapal pengangkut barang curah – melintasi Selat Malaka setiap hari.
Atau dengan kata lain lebih dari 90.000 kapal per tahun melewati Selat Malaka atau sekitar seperempat dari barang dagangan global.
Jumlah ini kira-kira dua kali lipat jumlah kapal yang melewati Selat Hormuz.
Selat Malaka jauh lebih sempit daripada Selat Hormuz, menyempit hingga hanya 2,7 km di titik tersempitnya dekat Singapura, dengan kedalaman rata-rata sekitar 25 m.
Sumber: Straits Times/BBC Indonesia/Tribunnews.com
Baca tanpa iklan