News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Perang Saudara di Sudan

Ranjau dan Amunisi Sisa Perang Renggut Nyawa Warga Sudan

Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PBB menyebut para penjinak ranjau selama hampir setahun terakhir telah membersihkan sekitar 7,8 juta meter persegi lahan di negara bagian Khartoum. Mereka menemukan lebih dari 36.000 benda termasuk ratusan ranjau anti-tank dan anti-personel.

Benda-benda yang aman untuk dipindahkan dihancurkan jauh dari kawasan pemukiman. Yang tidak bisa dipindahkan dihancurkan di tempat.

Masih banyak yang harus dibersihkan sementara warga berusaha membangun kembali kehidupan mereka.

Di Khartoum, tim penjinak ranjau Jasmar telah menghabiskan delapan bulan membersihkan sebuah taman populer dari ranjau darat — salah satu dari setidaknya tujuh ladang ranjau yang teridentifikasi di negara bagian Khartoum. Beberapa lokasi berada di pinggiran kota. Yang lain berada di pusat kota. Sebagian dekat jembatan-jembatan penting.

Melepas rompi berat dan pelindung wajah mereka, anggota tim beristirahat pekan lalu di bawah pohon di antara shift kerja, berlindung dari terik matahari.

Pembersihan area seluas sekitar 123.000 meter persegi di taman itu dimulai pada Agustus dan diperkirakan selesai pada Mei. Sejauh ini kelompok tersebut telah menemukan lebih dari 160 perangkat, termasuk ranjau anti-personel dan anti-tank.

Abuanja mengatakan setidaknya satu orang tewas di taman tersebut sebelum pembersihan dimulai. Area itu kini dipagari dan dikelilingi tanda bahaya.

Sebagian Orang Enggan Melapor ke Pihak Berwenang

Pemerintah Sudan menyatakan tengah melakukan semampunya untuk mengurangi ancaman, namun mengaku kekurangan dana dan personel.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan kepada AP bahwa pihaknya berupaya meningkatkan kesadaran melalui ceramah di masjid, pasar, radio, dan podcast, serta membuat materi edukasi bersama sekolah-sekolah. Pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang berbicara kepada media.

Namun beberapa orang yang terluka mengaku kepada AP bahwa mereka tidak pernah melihat atau mendengar peringatan apapun, yang baru dimulai pada akhir 2024.

Beberapa orang mengatakan ada kekhawatiran untuk melaporkan sisa amunisi kepada pihak berwenang karena mereka bisa diinterogasi terkait kepemilikan senjata. Laporan awal tahun ini oleh Human Rights Watch menyebut pasukan keamanan telah menahan warga sipil dengan tuduhan berkolaborasi dengan RSF, khususnya di wilayah yang telah dikuasai kembali oleh tentara.

Yang lain tidak mengenali ancaman tersebut hingga terlambat.

Mogadem Ibrahim pernah memungut sepotong logam yang disangkanya bagian dari kendaraan. Namun ketika logam itu menempel di tangannya dan ia mencoba memukulnya lepas, benda itu meledak.

Remaja 18 tahun itu kini menyembunyikan lengan kirinya yang dibalut perban di balik pakaiannya. Ledakan di luar rumahnya di Omdurman pada Agustus lalu merenggut jari-jarinya, dan ia tidak lagi bisa bekerja sebagai buruh.

"Saya merasa tertekan dan tidak berguna. Dulu saya menafkahi keluarga, sekarang saya hanya duduk di sini tanpa melakukan apa-apa," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini