News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Militer Iran Peringatkan Akan Menargetkan Pasukan Asing yang Mendekati Selat Hormuz

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Iran juga memberlakukan "gerbang tol" yang mengharuskan kapal memperoleh izin dan dalam beberapa kasus, membayar sejumlah biaya dalam yuan China.

Pada 8 April, AS dan Iran menyepakati gencatan senjata. Namun, Iran tetap menutup selat tersebut dengan alasan serangan Israel yang berlanjut terhadap Lebanon.

Pada 13 April, setelah pembicaraan damai di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan, AS memberlakukan blokade, menargetkan kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran.

Sejak saat itu, militer AS menyatakan telah mengalihkan setidaknya 49 kapal komersial yang terkait dengan Iran di Teluk Oman serta menangkap sedikitnya dua kapal tanker minyak terkait Iran di Samudra Hindia.

Iran juga menyatakan Selat Hormuz tertutup bagi semua kapal dan telah menangkap dua kapal komersial asing.

Pada 2 Mei, Trump mengumumkan peluncuran Proyek Freedom untuk mengawal kapal yang terdampak di Selat Hormuz.

Iran menyatakan operasi tersebut merupakan pelanggaran gencatan senjata.

UKMTO: Ancaman keamanan maritim di Hormuz tetap kritis

Tingkat ancaman keamanan maritim di Selat Hormuz masih berada pada level kritis akibat operasi militer regional yang berlangsung, menurut UK Maritime Trade Operations (UKMTO) pada Senin.

UKMTO merupakan pusat operasi keamanan maritim yang dijalankan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy).

Lembaga ini berfungsi sebagai penghubung utama antara kapal dagang, perusahaan pelayaran, dan otoritas regional untuk melaporkan insiden, memberikan peringatan keamanan, serta menjaga kelancaran jalur perdagangan laut, khususnya di Timur Tengah dan Samudra Hindia.

Mengutip Iran International, kapal-kapal disarankan mempertimbangkan untuk melintasi perairan teritorial Oman di selatan skema pemisahan lalu lintas, di mana Amerika Serikat telah menetapkan area keamanan yang diperketat.

“Para pelaut harus mengantisipasi peningkatan kehadiran angkatan laut, peningkatan status perlindungan pasukan, potensi panggilan VHF, serta kepadatan lalu lintas di area jangkar,” tambah UKMTO.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini