News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Presiden Iran Geram! IRGC Dituding Bertindak Liar Usai Kirim Serangan Drone ke UEA

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Iran Masoud Pezeshkian meluapkan kemarahan kepada jajaran Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) setelah muncul klaim bahwa serangan ke Uni Emirat Arab berasal dari Teheran.

Berdasarkan sumber internal yang mengetahui situasi di Teheran, Pezeshkian mengkritik keras serangan rudal dan drone yang terjadi pada Senin kemarin (4/5/2026) di kawasan Teluk Persia.

Ia menilai operasi tersebut dilakukan tanpa koordinasi dengan pemerintah sipil, bahkan menyebutnya sebagai tindakan “tidak bertanggung jawab”.

IRGC yang dipimpin oleh Ahmad Vahidi disebut menjalankan operasi militer secara sepihak. Presiden Iran menilai strategi eskalasi seperti itu berpotensi memicu konflik yang lebih luas dan sulit dikendalikan.

Dalam pernyataan yang dikutip caliber, Pezeshkian juga mengatakan langkah tersebut sebagai “kegilaan” yang dapat membawa konsekuensi besar bagi negara, berpotensi memicu konflik yang lebih luas dan sulit dikendalikan.

Kronologi Serangan Drone ke UEA

Adapun sasaran pertama dilaporkan terjadi pada pagi hari ketika sejumlah drone terdeteksi memasuki wilayah udara UEA.

Sistem pertahanan udara setempat segera merespons dengan melakukan pencegatan. 

Meski sebagian besar drone berhasil dihancurkan di udara, satu serangan tetap memicu kebakaran di fasilitas pelabuhan minyak strategis di Fujairah, menandai dampak langsung terhadap sektor energi.

Dalam perkembangan selanjutnya, Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan yang lebih luas, termasuk rudal balistik dan jelajah. 

Total puluhan ancaman udara dilaporkan berhasil dicegat dalam satu hari, menunjukkan skala serangan yang signifikan.

Hingga saat ini, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) tidak secara terbuka mengklaim bahwa serangan tersebut berasal langsung dari Teheran.

Tidak adanya pengakuan resmi ini menciptakan ruang spekulasi, terutama di tengah laporan intelijen yang mengaitkan serangan dengan jaringan militer Iran di kawasan.

Baca juga: Serangan Udara Digagalkan! Teknologi Laser Israel Jadi Tameng UEA Hadapi Hujan Drone

Konflik Internal di Tengah Eskalasi

Sejumlah pejabat dan sumber keamanan regional menilai pola serangan, jenis drone, serta arah peluncuran memiliki keterikatan kuat dengan infrastruktur militer Iran.

Namun, tanpa pengakuan terbuka, posisi Iran tetap berada dalam wilayah abu-abu tidak mengkonfirmasi, tetapi juga tidak secara tegas menyangkal keterlibatan langsung dalam serangan ke Uni Emirat Arab.

Kondisi ini diperparah oleh munculnya konflik internal di lingkaran kekuasaan. Presiden Masoud Pezeshkian dilaporkan mulai mengambil langkah intervensi, menyusul kekhawatiran bahwa operasi militer yang tidak terkoordinasi dapat memperburuk situasi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini