Berdasarkan sumber internal yang mengetahui situasi di Teheran, Pezeshkian mengkritik keras serangan rudal dan drone yang terjadi pada Senin kemarin (4/5/2026) di kawasan Teluk Persia.
Ia menilai operasi tersebut dilakukan tanpa koordinasi dengan pemerintah sipil, bahkan menyebutnya sebagai tindakan “tidak bertanggung jawab”.
IRGC yang dipimpin oleh Ahmad Vahidi disebut menjalankan operasi militer secara sepihak. Presiden Iran menilai strategi eskalasi seperti itu berpotensi memicu konflik yang lebih luas dan sulit dikendalikan.
Dalam pernyataan yang dikutip caliber, Pezeshkian juga mengatakan langkah tersebut sebagai “kegilaan” yang dapat membawa konsekuensi besar bagi negara, berpotensi memicu konflik yang lebih luas dan sulit dikendalikan.
Kronologi Serangan Drone ke UEA
Adapun sasaran pertama dilaporkan terjadi pada pagi hari ketika sejumlah drone terdeteksi memasuki wilayah udara UEA.
Sistem pertahanan udara setempat segera merespons dengan melakukan pencegatan.
Meski sebagian besar drone berhasil dihancurkan di udara, satu serangan tetap memicu kebakaran di fasilitas pelabuhan minyak strategis di Fujairah, menandai dampak langsung terhadap sektor energi.
Dalam perkembangan selanjutnya, Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan yang lebih luas, termasuk rudal balistik dan jelajah.
Total puluhan ancaman udara dilaporkan berhasil dicegat dalam satu hari, menunjukkan skala serangan yang signifikan.
Hingga saat ini, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) tidak secara terbuka mengklaim bahwa serangan tersebut berasal langsung dari Teheran.
3. Parlemen Iran: Situasi di Selat Hormuz Tak Tertahankan bagi AS, Sementara Kami Bahkan Belum Mulai
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyebut situasi di Selat Hormuz kini tidak tertahankan bagi Amerika Serikat, sementara Iran, menurutnya, bahkan belum memulai langkah apa pun.
Dalam unggahan di X pada Selasa (5/5/2026), Qalibaf menegaskan bahwa tatanan baru tengah terbentuk di jalur perairan strategis tersebut.
"Keamanan pelayaran dan transit energi telah terancam oleh Amerika Serikat dan sekutunya melalui pelanggaran gencatan senjata serta pemberlakuan blokade," tulis Qalibaf.
Baca tanpa iklan