Tingkat keparahannya sering bergantung pada usia, penyakit penyerta, dan kondisi sistem imun pasien.
Virus Mana yang Lebih Mematikan?
Para ahli menilai Hantavirus umumnya lebih mematikan jika dilihat per kasus.
Tingkat kematian Sindrom Paru Hantavirus dapat mencapai 30–40 persen sehingga tergolong kondisi medis yang sangat serius.
Di sisi lain, COVID-19 memiliki tingkat kematian keseluruhan yang lebih rendah, yakni sekitar 0,5 hingga 2 persen.
Meski demikian, COVID-19 telah menyebabkan jauh lebih banyak kematian secara global karena penyebarannya sangat cepat dan memiliki potensi pandemi.
“Coronavirus memiliki dampak global yang jauh lebih besar karena tingkat penularannya tinggi, sementara hantavirus tetap jarang tetapi parah,” ujar Dr. AK Shukla, Konsultan Dokter Senior di Rumah Sakit Kailash.
Potensi Pandemi
Salah satu perbedaan terbesar kedua virus terletak pada potensi pandeminya.
COVID-19 menunjukkan bagaimana virus dapat menyebar ke seluruh dunia dengan cepat melalui penularan antarmanusia, mobilitas global, dan keberadaan kasus tanpa gejala.
Sebaliknya, penyebaran Hantavirus lebih terbatas karena bergantung pada kondisi lingkungan tertentu yang melibatkan hewan pengerat sebagai inang.
Hal itu membuat kemungkinan wabah berskala luas menjadi lebih kecil.
Bagaimana Hantavirus Bisa Menyebar di Kapal Pesiar MV Hondius
Dugaan wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana penyakit langka tersebut dapat menyebar di antara penumpang dan awak kapal.
Sekitar 150 orang dilaporkan masih berada di kapal setelah tiga penumpang meninggal dunia.
Meski umumnya menular melalui kontak dengan kotoran tikus yang terkontaminasi, pejabat kesehatan menyebut penularan antarmanusia tetap mungkin terjadi, meskipun sangat terbatas.
Hal itu kemungkinan menjadi salah satu penjelasan dalam kasus ini, menurut Maria Van Kerkhove, Direktur Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi serta Pandemi World Health Organization.
“Kami percaya mungkin ada penularan antarmanusia di antara kontak sangat dekat, seperti suami dan istri atau orang-orang yang berbagi kabin,” kata Van Kerkhove dalam konferensi pers Selasa (5/5/2026), dikutip CBS News.
Baca tanpa iklan