News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

5 Populer Internasional: Argentina Selidiki Penyebaran Hantavirus - Kremlin Perketat Keamanan Putin

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ringkasan Berita:

  • Argentina menyelidiki kemungkinan negaranya menjadi sumber wabah hantavirus yang mematikan. 
  • Kremlin memperketat pengamanan Vladimir Putin karena ancaman pembunuhan dan kudeta internal. 
  • Iran menuduh Amerika Serikat menggunakan blokade laut, tekanan ekonomi, dan manipulasi media untuk memaksa Teheran menyerah.

TRIBUNNEWS.COM - Beragam peristiwa penting mewarnai pemberitaan dunia dalam 24 jam terakhir.

Argentina tengah berupaya menentukan apakah negara mereka merupakan sumber wabah hantavirus.

Sementara itu, Kremlin memperketat pengamanan Vladimir Putin di tengah kekhawatiran ancaman pembunuhan dan kudeta internal.

Berikut berita populer Tribunnews di kanal Internasional.

1. Negosiator Utama Bongkar Rencana AS agar Iran Menyerah, Ada Tekanan Ekonomi hingga Manipulasi Media

Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat (AS) berupaya agar Teheran menyerah melalui berbagai cara, termasuk blokade angkatan laut.

Ketua parlemen Iran yang berpengaruh itu tidak menjelaskan lebih lanjut tentang prospek rencana perdamaian dengan Amerika Serikat, karena Teheran terus meninjau beberapa elemen dari proposal AS.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang memicu pembalasan dari Teheran dan gangguan di Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan yang langgeng.

Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.

Sejak 13 April 2026, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut.

“Musuh, dalam rencana barunya, berupaya, melalui blokade angkatan laut, tekanan ekonomi, dan manipulasi media, untuk menghancurkan kohesi negara agar memaksa kita menyerah,” kata Ghalibaf dalam pesan suara yang dipublikasikan di saluran Telegram resminya, Rabu (6/5/2026).

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Argentina Selidiki Lokasi Awal Penyebaran Hantavirus, Wabah Mematikan di Kapal Pesiar MV Hondius

Para pejabat dan ahli di Argentina tengah berupaya keras untuk menentukan apakah negara mereka merupakan sumber wabah hantavirus mematikan yang melanda kapal pesiar MV Hondius.

Pada Selasa (5/5/2026), Kementerian Kesehatan Argentina melaporkan 101 kasus infeksi hantavirus sejak Juni 2025, kira-kira dua kali lipat jumlah kasus yang tercatat pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Virus hantavirus yang ditemukan di Amerika Selatan, yang disebut virus Andes, dapat menyebabkan penyakit paru-paru yang parah dan seringkali fatal yang disebut sindrom paru hantavirus.

Penyakit ini menyebabkan kematian pada hampir sepertiga kasus dalam setahun terakhir, kata Kementerian Kesehatan Argentina, meningkat dari angka kematian rata-rata 15 dalam lima tahun sebelumnya.

Keadaan darurat kesehatan di atas kapal yang berlabuh di seberang samudra ini terjadi ketika Argentina mengalami lonjakan kasus hantavirus yang oleh banyak peneliti kesehatan masyarakat setempat dikaitkan dengan percepatan dampak perubahan iklim baru-baru ini.

Argentina, tempat pelayaran ke Antartika berangkat, secara konsisten diperingkat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai negara dengan insiden tertinggi penyakit langka yang ditularkan oleh hewan pengerat ini di Amerika Latin.

Suhu yang lebih tinggi memperluas jangkauan virus karena sebagian, seiring dengan peningkatan suhu dan perubahan ekosistem, hewan pengerat yang membawa hantavirus dapat berkembang biak di lebih banyak tempat, kata para ahli.

Orang biasanya tertular virus ini melalui paparan kotoran, urin, atau air liur hewan pengerat.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Kremlin Perketat Keamanan di Sekitar Putin, Karena Percobaan Pembunuhan atau Kudeta?

Kremlin dilaporkan memperketat pengamanan untuk melindungi Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut penilaian intelijen yang dikutip Financial Times, langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap upaya pembunuhan, potensi kudeta internal, dan ketegangan berkepanjangan akibat perang di Ukraina.

Laporan yang dikaitkan dengan badan intelijen Eropa dan dibagikan kepada sejumlah media menyebut Kremlin telah menerapkan berbagai langkah ketat guna melindungi Putin dari ancaman eksternal maupun potensi kebocoran internal.

Dokumen itu menggambarkan situasi siaga tinggi yang berlangsung sejak awal Maret 2026, dengan fokus utama pada ancaman pembunuhan dan kemungkinan kudeta.

Salah satu langkah paling mencolok adalah perluasan pengawasan hingga ke lingkungan pribadi.

Orang-orang yang bekerja dekat dengan Putin, termasuk juru masak, fotografer, dan staf keamanan pribadi, dilaporkan kini dipantau bahkan di rumah mereka sendiri.

Mereka juga menghadapi pembatasan tambahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk larangan menggunakan transportasi umum.

Laporan itu turut mengungkap pembatasan komunikasi yang ketat.

Personel yang diizinkan berada di dekat Putin diwajibkan menggunakan perangkat tanpa akses internet guna meminimalkan risiko penyadapan dan kebocoran data.

Pengunjung yang ingin bertemu Putin juga harus melewati beberapa lapis pemeriksaan keamanan.

Langkah-langkah tersebut sebenarnya bukan hal baru, tetapi skala dan intensitas pengamanan disebut meningkat drastis dibanding sebelumnya.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. IDF Selidiki Foto Tentara Israel yang Diduga Nodai Patung Bunda Maria di Lebanon Selatan

Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) membuka penyelidikan setelah beredarnya foto seorang tentara Israel yang diduga menodai patung Bunda Maria di Debel, Lebanon selatan.

Foto tersebut viral di media sosial dan memicu kemarahan publik karena dianggap menghina simbol keagamaan umat Kristen.

CNN melaporkan, foto itu menunjukkan seorang tentara berseragam Israel memegang benda menyerupai rokok menyala di dekat mulut patung Maria, sehingga terlihat seolah-olah patung tersebut sedang merokok.

Lokasi foto berhasil diverifikasi CNN berada di Debel, sebuah desa mayoritas Kristen di Lebanon selatan yang sebelumnya juga menjadi sorotan akibat tindakan tentara Israel terhadap simbol keagamaan lainnya.

IDF menyatakan pihaknya memandang insiden tersebut dengan sangat serius.

“Insiden tersebut akan diselidiki, dan tindakan komando akan diambil terhadap prajurit tersebut sesuai dengan temuan,” demikian pernyataan resmi IDF.

Militer Israel juga menegaskan bahwa mereka menghormati kebebasan beragama serta tempat-tempat suci semua agama dan komunitas.

“IDF menghormati kebebasan beragama dan beribadah, serta tempat-tempat suci dan simbol-simbol keagamaan dari semua agama dan komunitas,” lanjut pernyataan itu.

CNN melaporkan, citra satelit pada 24 April menunjukkan keberadaan tank dan kendaraan militer Israel di dekat lokasi patung tersebut.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Kronologi Hakim yang Perberat Hukuman Penjara Mantan Ibu Negara Korea Selatan Ditemukan Tewas

Seorang hakim yang bulan lalu memperberat hukuman penjara mantan ibu negara Korea Selatan ditemukan meninggal dunia pada Rabu (6/5/2026).

Shin Jong-o ditemukan tidak sadarkan diri sekitar pukul 01.00 dini hari di gedung Pengadilan Tinggi Seoul, kata seorang penyidik di kantor polisi distrik Seocho, dikutip The Japan Times.

Shin kemudian dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia.

“Tidak ada tanda-tanda tindak kejahatan dalam kematian tersebut,” kata polisi.

Kantor Polisi Seoul Seocho mengatakan Shin diduga terjatuh dari sebuah gedung.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematiannya.

Media lokal melaporkan bahwa Shin meninggalkan surat wasiat.

Namun, penyidik menyatakan tidak menemukan surat tersebut.

Pada 28 April, Shin Jong-o memimpin sidang banding Kim Keon Hee (53), istri dari mantan Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan, Yoon Suk Yeol.

Dalam sidang itu, Shin menyatakan Kim Keon Hee bersalah atas manipulasi saham dan penyuapan, serta memperberat hukumannya dari 20 bulan menjadi empat tahun penjara.

Shin saat itu mengatakan Kim tidak mengakui kesalahannya dan terus mencari alasan pembelaan.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini