News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tragedi Gunung Dukono Disorot Dunia, Tim SAR Indonesia Berpacu dengan Letusan Cari Pendaki Hilang

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Letusan Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menarik perhatian media internasional setelah operasi pencarian dan penyelamatan berlangsung dramatis di tengah aktivitas vulkanik yang masih tinggi.

Sejumlah media asing seperti The Guardian, Associated Press (AP), PBS News, hingga Channel News Asia (CNA) menyoroti perjuangan tim SAR Indonesia yang berpacu dengan letusan susulan untuk mengevakuasi korban dan mencari pendaki yang masih hilang di sekitar kawah aktif Gunung Dukono.

The Guardian melaporkan, tim penyelamat Indonesia berhasil menemukan jenazah seorang pendaki wanita asal Indonesia bernama Enjel pada Sabtu (9/5/2026).

Korban ditemukan sekitar 50 meter dari bibir kawah utama Gunung Dukono setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat erupsi terjadi.

Sementara itu, dua pendaki asal Singapura masih dinyatakan hilang hingga Sabtu (9/5/2026) malam.

Proses pencarian terkendala aktivitas vulkanik yang belum stabil serta cuaca buruk di kawasan pegunungan.

Associated Press melaporkan, total terdapat 20 pendaki yang berada di lereng Gunung Dukono ketika erupsi besar terjadi pada Jumat (8/5/2026) pagi.

Mereka diketahui mendaki meski pemerintah telah menetapkan larangan aktivitas di sekitar kawah aktif sejak beberapa bulan lalu.

Gunung Dukono yang memiliki ketinggian sekitar 1.355 meter mendadak memuntahkan kolom abu vulkanik hingga sekitar 10 kilometer ke udara.

Letusan juga disertai lontaran material panas dan semburan lava yang terus terlihat hingga Sabtu.

Baca juga: Satu Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Tim SAR Identifikasi Dua Titik Diduga Korban Lain

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan setempat, Iwan Ramdani, mengatakan operasi penyelamatan dilakukan dengan perhitungan ketat karena ancaman letusan susulan bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Upaya penyelamatan berlangsung dalam situasi yang membutuhkan perhitungan cermat dan strategi evakuasi yang terencana dengan baik,” kata Ramdani seperti dikutip PBS News.

Ia menjelaskan, tim penyelamat harus beberapa kali menghentikan pencarian demi menghindari paparan material vulkanik panas dan hujan abu tebal di sekitar kawah.

Menurut laporan CNA, lokasi dua pendaki Singapura sebenarnya telah berhasil teridentifikasi melalui sinyal pelacak darurat.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini